[Transkrip Kartun Islami] Menghargai Anak Yatim – Nouman Ali Khan


Dan pada akhirnya “Al Insan” manusia. Jadi manusia normalnya memang akan memikirkan tentang dirinya tapi orang-orang Quraisy, orang-orang kafir sudah sampai ke titik di mana mereka merasa manusia sudah tidak lagi memikirkan tentang dirinya.

Judul Asli: [Illustration] Honor The Orphan
Video Asli: https://youtu.be/mPNg5uzrROo

Mereka sudah sangat keras kepala sampai-sampai hal ini harus disebutkan terang-terangan kepada mereka. Jadi perlu ada gaya lain untuk menjelaskan hal ini, yang mana dalam surah ini, yaitu,

Kallaa bal laa tukrimuunal yatiim(a).” (QS Al Fajr ayat 17)

Allah tidak berkata, “Kallaa, bal laa yukrimul yatiim…”

Bukan untuk seluruh manusia, (tapi) kalian semua, tidak seorangpun, tidak ada seorangpun dari kalian yang menghargai anak yatim. Kalian berpikir kenapa Allah menyuruh kami menghargai mereka atau pada dasarnya Allah sebenarnya ingin mengatakan,

Tidak sedikitpun dari kalian yang berhak untuk dihargai, tidak sama sekali.”

Kallaa“, kalian tidak berhak dihargai sedikitpun. Kalian tidak perlu merasa terhina karena hal ini. Karena memang pada dasarnya kalian tidak pantas untuk dihargai. Dan atas dasar apa kalian merasa perlu dihargai? Kenapa tidak perlu? Karena kalian tidak menghargai dan kalian tidak menyayangi anak yatim. Alasan kenapa mereka harus merasa terhina adalah karena mereka tidak menghargai anak yatim. Sekarang, mari dengarkan baik-baik tentang konsep anak yatim ini.

Pertama, kebanyakan dari kita kalaupun tidak semua dari kita, tidak tahu keberadaan anak yatim yang ada di masyarakat kita. Kita tidak tahu tentang mereka, kita tidak tahu di mana mereka tinggal, kita tidak tahu apa masalah mereka, kita tidak tahu apa masalah keuangan mereka, kita tidak tahu kapan orang tua mereka meninggal atau apakah ibu mereka seorang diri atau mungkin mereka kesulitan membayar sewa rumahnya.

Kita tidak tahu, dan ini adalah salah satu kejahatan besar dari komunitas muslim. Bahwa kita tidak tahu itu, padahal seharusnya kita tahu. Hal kedua di sini adalah bagaimana pandangan orang jahiliyah terhadap anak yatim sebagai satu komunitas.

Dulu, di komunitas Arab kuno “Al Yatiim(a)” bukan hanya sekedar anak yatim. Perhatikan kenapa “Al Yatiim(a)” menjadi sorotan utama di sini. Karena mereka adalah orang yang tidak punya pendukung, tidak punya keluarga, tidak ada orang yang akan mengurusnya, tidak ada yang akan bertanya ketika mereka sakit, tidak ada yang akan bertanya apakah mereka sudah makan atau belum. Mereka adalah orang-orang yang tidak punya pelindung, tidak ada sama sekali. Ini yang dimaksud dengan “Al Yatiim(a)“.

Sekarang, perhatikan bagaimana orang-orang di jaman dahulu bahkan seorang jandapun masih bisa kembali ke keluarganya, ketika jaman jahiliyah dulu. Tapi di komunitas muslim, perhatikan apa yang terjadi dengan janda? Dia akan dikucilkan dari segala sisi, ya kan?

Anak yatim, atau seseorang yang baru saja mengucap dua kalimat syahadat di waktu yang sama dia juga mungkin seolah-olah menjadi yatim. Karena keluarga mereka mengusirnya dan tidak mengakuinya. Mereka tidak mau melihat wajahnya, seperti… kau tahu…

Saya sering mendengar cerita dari saudara/saudariku yang baru saja memeluk Islam dan bagaimana keluarga mereka memperlakukan mereka. Ada berbagai cobaan yang akan menimpa mereka. Jadi mereka datang ke masjid, dan kalian semua memeluknya dan berkata, “Assalamu’alaikum.”

Dan kalian memberinya tumpukan-tumpukan kotak berharga yang… kau tahu… mungkin awalnya kalian ingin menyimpannya atau buku-buku yang baru saja kalian baca, ya kan? Dan kemudian, selesai… Kita sudah menjalankan kewajiban kita kepada mereka, subhanAllah. Dan sekarang, Allah berbicara tentang kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy.

Kalian tidak menghormati mereka (anak yatim, red).”

Allah bahkan tidak berbicara tentang menolong “Al Yatiim(a)“. Menolong anak yatim, Allah bilang kalian tidak menghormati mereka. Sekarang, bagi kita mudah untuk menghormati orang yang berada di atas kita. Sangat mudah untuk menghormati dan menghargai atasan kita, guru kita, imam masjid, sesepuh kita. Orang-orang seperti ini sangat mudah bagi kita untuk menghormatinya. Tapi sangat sulit bagi kita untuk menghormati orang yang di bawahmu.

Kau tahu, kadang-kadang kita tidak terpikir untuk menghormati petugas kebersihan, atau pembantu di rumah kita atau kau tahu.. kau pikir mereka adalah orang-orang “rendahan”. Kita tidak terpikir untuk menghormati mereka. Dan ngomong-ngomong, ini adalah penyakit yang ada di komunitas muslim.

Orang-orang yang mengerjakan pekerjaan dengan tangannya, mereka seolah-olah diperlukan lebih rendah dari manusia, ya kan? Padahal kita adalah umat yang di dalamnya. Kita adalah umat yang telah diturunkan kepada kita ayat bahwa setiap manusia itu setara, ya kan? Dan satu-satunya yang membuat kita lebih dari yang lain adalah ketaqwaan kita, yang mana tidak seorangpun bisa melihatnya. Karena di mana letaknya taqwa? Di dalam hati. Dan ini terjadi di lingkungan muslim sendiri, di umat muslim seluruh dunia. Dan kemudian Allah berkata,

Wa laa tahadhdhuuna ‘alaa tha’aamil-miskiin(i).” (QS Al Fajr ayat 18)

Mengapa kamu harus dihargai, padahal kamu tidak sedikitpun mengajak orang dalam apapun bentuknya untuk memberi makan kepada orang miskin. Jadi pertama adalah menghormati mereka dan yang kedua adalah memberikan mereka makan, oke? Allah tidak menyebutkan untuk memberi mereka makan terlebih dahulu tapi menghormatinya terlebih dahulu. Jadi pertama, kamu menghormati orang yang membutuhkan itu karena kau tahu apa yang akan pertama kali kita lakukan?

Ini ada 5 dolar, menjauhlah dariku.”

Ketika misalnya ada pengemis datang kepadamu, kamu tidak menghargainya, kamu memang memberinya tapi kamu tidak menghargainya, ya kan? Kau harus membangun “Ikraam” kepada seluruh manusia, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Ini adalah bagian dari agama kita, tidak ada da’wah yang lebih besar daripada ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s