[Transkrip Indonesia] Kejatuhan Syaitan dan Kebangkitan Adam – Nouman Ali Khan – Gulf Tour 2015

Saat tur teluk 2015, saat di Kuwait menyampaikan kajian tentang Syaitan dan nabi Adam ‘alaihisalaam. Ada perbedaan antara nabi Adam ‘alaihisalaam dengan Iblis, yakni iblis mengeluh kepada Allah. sedangkan nabi Adam ‘alaihisalaam mengakui kesalahannya dan bertaubat.

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin,wassalatu wassalamu ‘ala ashrofil anbiyai wal mursalin, wa ‘ala alihi wa sahbih wa manistanna bisunnatihi ila yaumiddin.

Allahumaj’alna minhum wa minalladzina amanu wa amilussholihat wa tawashaubil haq wa tawasshaubissabr. Aamiin ya Rabbal’alaamiin.

Tsumma ama ba’d fa a’udzubillahi minasyaitanirrajiim. Wa idz qaala rabbuka lil malaaikati innii jaa-ilun fil-ardhi kholiifah. Qo-lu a taj-‘alu fi-ha man yufsidu fi-ha wa yasfikud-dima-a. Wa nahnu nusab-bihu bihamdika wa nuqoddisu lak. Qola inni a’lamu ma la ta’lamun.

Rabbishrahli shadri wa yassirli amri, wahlul ‘uqdatan min lisaani yafqahu qauli. Wallahumma tsabbitna ‘indal mauti bi laa ilaaha illallah. Wallahummaj’alna minalladzina amanu wa ‘amilussalihaat wa tawasaubil haq wa tawasaubissabr. Aamiin ya Rabbal’alaamiin.

PEMBUKAAN

Sekali lagi, Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Saya akan mulai dengan mengatakan bahwa saya merasa sangat terhormat dan senang berada di sini. Dan saya berterima kasih tidak hanya kepada IMA, tapi juga ke semua pengurus masjid dan Al-Qaf, karena telah memberikan kesempatan ini kepada saya dan Anda semua.

Saya berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar malam ini bermanfaat. Saya berdoa agar dapat sampaikan apa yang menurut saya perlu untuk disampaikan kepada Anda. Saya akan coba tanggapi pokok permasalahan ini sebaik mungkin seiring dengan perjalanan saya. Pokok permasalahan ini belum pernah saya tanggapi sebelumnya dan sangat penting bagi ummat muslim. Oleh karena itu, saya akan berikan pengantar.

Di antaranya adalah kita percaya bahwa kitab Allah berikan solusi yang berlaku sepanjang masa. Buku (*Quran -red) ini bukanlah buku cerita. Buku ini adalah pedoman yang berlaku selamanya. Ketika Allah bicara mengenai kejadian di masa lampau. Ini tidak hanya wawasan sejarah tapi merupakan sesuatu yang dapat kita gunakan di masa sekarang. Tidak hanya sesuatu yang bisa kita gunakan, tapi juga sangat kita butuhkan saat ini. Karena itu, malam ini, Insya Allah Ta’ala, saya ingin mengulas salah satu kisah yang sangat menakjubkan dari Al Qur’an.

Kisah itu adalah kisah Nabi Adam ‘alaihisalaam. Bagi Anda yang pernah menyimak kuliah saya pasti tahu bahwa saya tidak bicarakan berbagai ayat dari tempat yang berbeda. Saya lebih suka mengambil satu tempat di Al Qur’an dan memerhatikan bagaimana Allah membicarakan masalah ini di satu tempat ini untuk letakkan permasalahannya.

Saya akan bahas bahwa walaupun Adam ‘alaihisalaam sudah pernah dibicarakan, kisahnya muncul tujuh kali dalam Al Qur’an, tapi pertama kali muncul, sesuai dengan urutan mushaf, adalah di surat Al Baqarah. Jadi saya akan bahas beberapa pelajaran dari surat Al Baqarah.

Telah diinformasikan bahwa waktu saya 90 menit. Semua tergantung pada Anda. Jika saya melihat Anda tidur maka akan menjadi 20 menit. Apa Anda mendengar saya? Mohon angkat tangan. Jadi saya tahu Anda dapat mendengar saya.

Di akhir diskusi ini akan ada sesi tanya jawab atau semacamnya, tapi izinkanlah saya beritahukan Anda sesuatu yang sangat penting untuk saya. Bagi saya sangat penting untuk ucapkan salam kepada Anda semua sebanyak mungkin. Karena ini juga merupakan sunnah dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Hanya karena saya memegang mikrofon semua kamera mengarah kepada saya, tidak berarti saya lebih baik dari Anda semua. Saya muslim dan juga Anda muslim.

Wa man ahsanu qaulam mimman da’aa ilallaahi wa ‘amila shaalihaw wa qaala innani minal muslimiin.” *QS Fushshilat ayat 33

Tak ada yang lebih baik dari dia yang menyatakan dirinya ummat muslim. Saya dan Anda tidak berbeda. Allah Azza wa Jalla membuat kita sama, inilah keindahan Islam. Ia mengingatkan umat manusia bahwa kita semua sama. Begitu juga di dalam Islam, kita semua adalah sama. Kita semua. Jadi saya tidak akan berusaha pergi secepat mungkin, saya akan coba untuk berada di sini selama mungkin. Jangan buat saya tergesa-gesa dan tertekan.

Mari kita berbincang sebanyaknya dan sewajarnya, insya Allah Ta’ala. Saya juga ingin dengarkan Anda, insya Allah. Jumlah Anda ada beberapa ribu dan saya hanya sendiri, jadi harap tenang. Jika Anda ingin memeluk saya, coba tahan diri karena jika tidak akan terjadi banyak peluk-memeluk.

Saya ingin meninggalkan acara ini dengan punggung saya masih menempel. Pada malam ini saya ingin berbagi cerita dengan Anda tentang Adam ‘alaihisalaam. Saya akan mulai pada beberapa saat sebelumnya.

Tiga Hal Tentang Surga

Wa bassyiril ladziina amanuu wa ‘amilush shaalihaati anna lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaar.” *QS Al Baqarah ayat 25

Allah berfirman di surat Al Baqarah, “Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang beriman.”

Sampaikan kabar gembira kepada muslim, kepada mereka yang lakukan sedikit kebaikan. Kita mulai dari sini. Allah tidak minta kita untuk lakukan banyak hal, Dia hanya minta kita lakukan beberapa hal saja. Makna ini terkandung pada kata shaalihaat, yang disebut dengan jam’u qilla dalam bahasa Arab.

Anna lahum jannaat…” *QS Al Baqarah ayat 25

Baiklah, insya Allah saya akan coba bicara lebih pelan.

…Anna lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaar.” *QS Al Baqarah ayat 25

Bahwa bagi mereka disediakan surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Ini adalah janji Allah kepada setiap muslim. Mohon dipahami pada ayat ini, Allah Azza wa Jalla berfirman kepada muslim, Dia memerintah Rasulullah shalallahu alaihi wassalam untuk menyampaikan kabar gembira kepada muslim.

Ini adalah perintah dari Allah kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk menyampaikan kepada muslim kabar gembira bahwa mereka mendapatkan surga. Berapa kali kaum muslim dengar bahwa mereka mungkin takkan meraih surga? Mereka dengar orang lain menilai mereka sebagai muslim yang tidak baik.

Sangat sedikit orang akan masuk surga dan Anda, saya ragu. Kemungkinan besar Anda, ya Anda sendiri tahulah. Tapi, Allah Azza wa Jalla memerintahkan rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam untuk mengabarkan kabar gembira kepada para muslim.

Bukan bahwa mereka mungkin ‘Anna lahum jannaat‘ tapi mereka sudah mendapatkannya. Mereka mendapatkan surga. Saya ingin Anda untuk mengingat, dengan begitu saya tahu Anda mendengarkan.

Saya akan memberitahu Anda tiga hal tentang surga. Kemudian, saya akan meminta Anda sekalian untuk mengulangnya. Mungkin 15 menit dari sekarang saya akan minta Anda mengulangnya. Jadi, jika di sebelah Anda ada yang tidur, senggol sedikit agar dia bangun.

Yang harus Anda ingat tentang surga, pertama adalah buah-buahan.

…Kullamaa ruziquu minhaa min tsamaratin rizqan...” *QS Al Baqarah ayat 25

Buah apa saja yang Anda inginkan akan Anda yang dapatkan di surga. Ini penjelasan singkat, bukan detail. Yang pertama adalah… Saya tak dapat mendengar Anda, pertama adalah buah-buahan, benar. Sekarang Anda sudah bangun. Kedua, setelah buah-buahan, yang Allah beritahukan pada kita adalah,

…Wa lahum fiihaa azwaajun muthahharah...*QS Al Baqarah ayat 25

Mereka akan memiliki pasangan yang menyenangkan hati. Pernikahan. Mereka akan memiliki pernikahan yang bahagia di surga. Yang pertama adalah buah-buahan. Yang kedua adalah pernikahan di surga. Dan yang terakhir,

…Wa hum fiihaa khaaliduun.” *QS Al Baqarah ayat 25

Mereka akan tinggal kekal di sana. Mereka akan tinggal kekal di sana. Jadi, ada tiga hal, buah-buahan, pernikahan dan kekal di dalamnya. Anda akan ingat semua itu?

Hal ini penting beberapa saat lagi, mohon simak saya. Ketika Allah berbicara tentang surga dan berikan kita gambaran ini. Allah berfirman, saya akan mengulang dengan cepat,

Innallaaha laa yastahyii ayyadhriba matsalammaa ba’uudhatan famaa fawqahaa…*QS Al Baqarah ayat 26

Allah tidak malu untuk berikan Anda contoh apapun. Kalaupun Dia harus contohkan dengan seekor nyamuk, maka Dia akan contohkannya kepada Anda. Mengapa Dia tidak malu menyontohkan dengan seekor nyamuk?

Tugas seorang guru adalah untuk menjelaskan sesuatu. Dan untuk menjelaskan sesuatu terkadang dibutuhkan contoh yang besar dan juga yang kecil. Terkadang Anda butuh contoh yang serius, dan terkadang contoh yang lucu. Tujuannya adalah supaya Anda paham. Allah adalah guru yang terbaik.

…Wa yu’alimukumullaah…*QS Al Baqarah ayat 282

Allah akan mengajarkanmu. Jadi, Ia akan gunakan contoh apa saja untuk pastikan Anda paham. Terkadang saat saya ceramah, Anda tahu pasti jika sering menyimak, saya sering berikan contoh yang kocak. Hanya satu tujuan saya. Karena Anda harus berikan contoh, apapun itu untuk membuat sesuatu mudah untuk dimengerti.

Ini merupakan sebuah sunnah Allah yang tertulis di Al Qur’an. Ia berfirman bahwa Ia tak akan ragu untuk berikan contoh seperti apapun. Tapi, bagi sebagian orang ketika contoh dikemukakan, langsung muncul kritik.

Mengapa contohnya seperti itu?”

…Maadzaa araadallaahu bihadzaa matsalan…*QS Al Baqarah ayat 26

Contoh macam apa ini, saya tak mengerti. Hari ini kita akan menghadapi tantangan yang berat di kuliah ini. Kita akan berusaha mengatasi masalah terberat yang dialami oleh umat manusia.

Bagaimana Quran Menjawab Filosofi

Masalah utama dalam bidang filosofi, tidak hanya filosofi Barat, seperti di Eropa dan Amerika atau Australia, tapi juga filosofi di India dan Persia, bahkan filosofi pada zaman jahiliyyah di jazirah Arab, terdapat satu pertanyaan yang dimiliki umat manusia untuk sekian lamanya dan membuat mereka bingung. Saya akan beritahu Anda pertanyaan itu, banyak orang mempertanyakannya,

Jika Allah mengetahui segalanya mengapa menjadi salah saya?”

Allah sudah tahu bahwa saya akan berbuat baik atau buruk. Jadi, mengapa salah saya? Ini merupakan pertanyaan yang umum. Pertanyaan ini dipertanyakan dalam filosofi Yunani, dibahas dalam teologi Kristen, dibahas di sekolah-sekolah Islam dan juga sekolah-sekolah teologi.

Bagaimana Al Qur’an menjawab pertanyaan itu? Saya akan mulai dengan kisah nabi Adam ‘alaihisalaam menjawab pertanyaan itu. Jawaban Al Qur’an atas pertanyaan itu terkandung dalam kisah nabi Adam ‘alaihisalaam dan ini yang akan kita pahami malam ini agar setan tak bisa menjebak Anda dengannya.

Allah dapat berikan contoh apapun yang diinginkan-Nya, benar? Allah mengajarkan masalah-masalah terumit dalam bidang filosofi melalui contoh nabi Adam ‘alaihisalaam. Itulah hikmah dari Allah.

Para filsuf mereka menulis berjilid-jilid materi yang sangat rumit untuk membantu Anda memahami takdir, masalah Qadr. Pembicaraan yang sangat rumit, tapi keindahan dari Al Qur’an adalah Allah membuat semua hal sederhana, jelas, langsung dan Anda akan mengerti.

Alhamdulillah, ini adalah belas kasihan Allah, rahmat Allah yang akan kita coba pahami. Alasan saya beritahu Anda ini karena ketika Allah berikan contoh, apa yang mereka katakan? Apa maksud dari contoh itu? Mengapa Anda berikan contoh ini? Dan hari ini kita akan pelajari contoh dari siapa? Adam ‘alaihisalaam. Kita akan lihat apa tujuan dari contoh itu.

Kisah Nabi Adam ‘alaihisalaam

Allah berfirman, sebelum saya lanjutkan, umat Kristiani percaya bahwa umat manusia diturunkan ke bumi sebagai hukuman. Adam, atau Adam dan Eve, begitu mereka menyebutnya dalam Injil. Keduanya memakan buah dari pohon, tapi mereka katakan hanya Eve yang memakannya. Adam baik-baik saja.

Eve berkata, “Ayo makan buah di pohon itu.”

Lalu ia menjawab, “Baiklah, ayo.”

Eve membujuk untuk memakannya. Kita lebih tahu. Kita tidak menyalahkan ibu kita sendiri. Dalam versi Injil, ibu kita disalahkan. Dari sini mereka mendapatkan kata ‘evil‘. Dari nama Eve mereka mendapatkan kata ‘evil‘. Karena menurut mereka, kejahatan pertama dilakukan oleh Eve. Subhanallah. Semua ini tak ada dalam Al Qur’an. Al Qur’an mengatakan sebaliknya. Siapa penjahatnya? Iblis. Setanlah penjahatnya.

Ketika Allah menyatakan nabi Adam ‘alaihisalaam melakukan kesalahan, Allah tak mengatakan bahwa ia tak bersalah, tapi ibu kitalah yang salah.

Ia berfirman, “Fa-azallahumaa…*QS Al Baqarah ayat 36

Lalu keduanya digelincirkan. Keduanya digelincirkan. Yang berarti Allah mempersalahkan keduanya, bukan salah satu dari mereka. Hal ini sangatlah penting. Sangat penting.

Sebenarnya di kemudian hari pada studi Alkitab dan studi Injil, antara kaum Yahudi dan Nasrani, mereka menyalahkan perempuan untuk berbagai kejahatan. Bermula di kisah nabi Adam ‘alaihisalaam bahwa perempuan itu jahat. Subhanallah.

Yang menyedihkannya, sebagian muslim berpikiran sama. Sebagian muslim berprasangka buruk tentang perempuan. Mereka menganggapnya jahat. Gagasan ini tetap gagasan yang rusak walaupun tidak didasarkan pada kisah nabi Adam ‘alaihisalaam.

Terima kasih.

Allah Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat.

…Innii jaa-ilun fil-ardhi kholiifah…*QS Al Baqarah ayat 30

Mohon dengarkan dengan seksama. Pengumuman perdana tentang Adam ‘alaihisalaam berlangsung, dan siapa yang mendengarkan? Malaikat yang mendengarkan. Nabi Adam belum diciptakan. Itu baru akan terjadi. Sebelum penciptaannya Allah membuat pengumuman. Dan pengumuman itu adalah Aku akan menciptakan seseorang yang akan hidup turun temurun di bumi. Ini adalah salah satu arti dari “kholiifah”. Anda tahu arti “kholiifah”?

…Yakhlufu ba’dhuhu ba’dhan…*arti dari kholiifah -red

Artinya adalah sebagian orang akan datang, lalu datang sebagian lagi, dan sebagian lainnya. Anda adalah “kholiifah” orang tua Anda, dan mereka “kholiifah” orang tua mereka dan mereka “kholiifah” untuk orang tua mereka, dan seterusnya.

Jadi, Allah akan menempatkan seseorang di bumi yang akan hidup turun temurun. Itu satu arti dan itu adalah rencana Allah bahkan sebelum Dia ciptakan Adam ‘alaihisalaam. Kita ditakdirkan untuk tinggal di bumi ini. Itu adalah bagian dari rencana Allah. Itu inti yang kesatu.

Inti yang kedua. “Kholiifah” berarti ketika ada orang lain di sana, dan Anda mengambil tempatnya. Seseorang berada di sana, ia pergi dan Anda mengambil tempatnya. Dari sana kita dapat mempelajari, mungkin dari pandangan kaum Yahudi dan Nasrani bahwa bumi ini pernah dihuni oleh kaum jin. Kaum jin jahat yang suka berkelahi satu sama lain, “Shayaathiin” (*jamak dari syaitan -red).

Dan Allah menggantikan mereka, lalu kita datang setelah mereka. Jadi, bumi ini dipenuhi kejahatan, perang sebelum kita datang. Kemudian, Allah gantikan kaum jin itu dengan kita di bumi ini. Itulah rencana Allah.

Coba saya tanya lagi, sudahkah manusia diciptakan saat itu? Ya atau tidak? Tidak, ini adalah pengumuman sebelum penciptaan itu. Kepada siapa pengumuman ini ditujukan? Kepada para malaikat. Apa yang dikatakan para malaikat?

Ketika Ia berkata, “Aku akan menurunkan seseorang ke bumi yang tinggal di sana turun temurun.”

Simaklah pertanyaan para malaikat. “Qaluu ataj’alu fiihaa man yufsidu fiihaa…*QS Al Baqarah ayat 30

Mereka berkata, “Apa Engkau hendak menempatkan di bumi seseorang yang akan membuat kerusakan padanya?

Apakah malaikat tahu seperti apa manusia? Tidak. Karena manusia belum diciptakan. Bagaimana malaikat dapat mengatakan manusia akan membuat kerusakan jika ia belum diciptakan? Bagaimana asumsi itu bisa terbentuk? Mereka berasumsi seperti itu karena sudah ada seseorang di bumi yang membuat kerusakan.

Jika Engkau menurunkan orang lain, mereka akan berperilaku sama. Jadi, para malaikat berasumsi jika orang sudah melakukan kesalahan di masa lalu, jin telah melakukan kesalahan di masa lalu. Manusia juga akan melakukan kesalahan yang sama. Itu asumsi mereka.

Saya akan beritahu Anda, kita melakukan kesalahan yang sama. Kita pikir kita, atau muslim, telah lakukan kesalahan yang sama di masa lalu, jadi kita melakukan kesalahan yang sama di masa depan.

Dan sekarang para malaikat bertanya pada kita. Saya lupa beritahukan Anda satu hal yang sangat penting. Di mana Adam seharusnya berada? Apa firman Allah, di mana Adam akan ditempatkan?

…Innii jaa-ilun fil…*QS Al Baqarah ayat 30

Lam yaqul, “Inni ja-ilun fil-jannati kholifah.” (Allah tidak berkata, “Aku akan menciptakan kholifah di surga.”)

Qoola, “Innii jaa-ilun fil-ardhi kholiifah.” *QS Al Baqarah ayat 30

Ini sangat penting. Allah berfirman bahwa Ia tak ciptakan Adam untuk surga, tapi Ia ciptakan Adam untuk apa? Bumi.

Dari mana saya mulai tadi? Saya katakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam beritakan pada Anda bahwa Anda mendapatkan surga. Bukankah itu yang saya katakan di awal tadi? Anda akan meraih surga dan berapa hal yang akan Anda miliki? Tiga hal. Apa Anda ingat?

Tapi, sekarang Allah berfirman bahwa Adam seharusnya berada di mana? Di bumi. Anda tak bisa meraih surga tanpa melalui bumi (*dunia -red). Anda seharusnya berada di bumi. Bumi adalah bagian dari rencana, bumi bukanlah suatu hukuman.

Kaum Nasrani percaya bahwa kita tinggal di bumi sebagai hukuman. Muslim tak percaya itu. Sebagian muslim berpikir bahwa Adam ‘alaihisalaam memakan buah dari pohon, jadi Allah menghukum dan menurunkannya ke bumi. Turun ke bumi bagi sebagian orang merupakan sebuah hukuman.

Saya beritahukan Anda, Allah menurunkan kita ke bumi sebelum pohon, buah-buahan atau apapun itu. Ia telah berfirman bahwa Anda ditakdirkan berada di bumi. Itu adalah bagian dari rencana-Nya. Wah, ini semua akan menjadi semakin rumit. Simak dengan seksama.

Contoh Kasus Iblis

Saya akan berikan Anda contoh karena saya tidak malu untuk berikan Anda contoh. Dengarkan contoh saya dengan seksama. Semuanya akan menjadi masuk akal. Insya Allah.

Ada seseorang yang bekerja di satu perusahaan. Ia sekretaris di sebuah perusahaan. Pekerjaan dengan tingkatan yang rendah, di bagian depan. Hampir sama dengan petugas keamanan. Ia harus menyediakan teh untuk bosnya. Ia harus menyupir kendaraan bosnya, itu pekerjaannya. Ia bekerja dengan keras dan naik jabatan. Kemudian ia sekolah dan dinaikkan jabatan lagi. Lalu naik jabatan lagi dan lagi.

Ia mengabdi di perusahaan ini selama 30 hingga 40 tahun. Dan sekarang ia adalah wakil direktur perusahaan itu. Apa jabatan pertamanya? Petugas keamanan perusahaan itu. Dan sekarang siapa dia? Apa yang saya sebut direktur atau wakil direktur? Wakil direktur. Mengalami banyak kenaikan jabatan.

Ia berikan seluruh hidupnya kepada perusahaan ini. Sekarang, hanya ada satu orang yang jabatannya lebih tinggi dari dia. Siapa itu? Sang direktur. Pada suatu hari, sang direktur berjalan menuju kantornya dengan anak lelaki berumur 15 tahun.

Lalu, ia berkata kepadanya, “Dengarkanlah anak lelaki 15 tahun ini ia adalah wakil direktur baru kita. Ambilkan segelas teh untuknya.”

Si wakil direktur sudah mengabdi selama 40 tahun di perusahaan ini. Ia terus naik jabatan. Tiba-tiba anak umur 15 tahun ini akan dijadikan wakil direktur. Maaf? Tidak. Anda tak bisa lakukan itu pada saya. Siapa dia? Gelar apa yang dimilikinya? Keahlian apa yang dimilikinya? Apa yang pernah ia lakukan?

Ia tidak tahu apa-apa. Lihat apa yang telah saya kerjakan. Lihat apa yang telah dia lakukan. Lihat pengalaman saya dan lihatlah pengalamannya. Lihat keahlian saya dan lihatlah keahliannya. Apakah ia sudah lulus sekolah? Anak lelaki ini. Apakah dia bisa mengeja namanya sendiri? Kau akan jadikan dia wakil direktur? Saya tidak terima.

Apakah Anda bersimpati pada wakil direktur itu? Saya akan bersimpati. Jika saya ada di kantor itu dan lihat kejadian ini, saya akan katakan ini tidak adil bagi wakil direktur kita. Ia telah bekerja keras. Tiba-tiba, bukannya dinaikkan jabatan tapi seseorang menggantikannya dan ia disuruh mengambilkan orang itu teh. Apa-apaan ini? Tapi, apakah saya sedang membicarakan tentang si wakil direktur? Siapa yang saya bicarakan? Iblis.

Apakah ia mengabdi pada Allah sebelumnya? Apakah dia naik jabatan? Dia naik jabatan bahkan melebihi para malaikat. Dan tiba-tiba sesuatu yang diciptakan dari tanah, lalu Allah meniupkan ruh ke dalamnya, dan dia yang dapatkan kenaikan jabatan, dan apa yang dikatakan iblis? Tidak.

Kau tidak bisa berikan padanya. Itu tidak adil. Yang saya ingin beritahukan pada Anda adalah bahwa keluhan dari iblis itu logis. Kita akan pecahkan masalah ini nanti, tapi pertama yang harus Anda ketahui adalah bahwa keluhan dari iblis itu bisa dimengerti. Anda bisa melihatnya di sebuah kantor. Anda bisa melihatnya di dalam sebuah kantor hal yang sama terjadi.

Contoh Kasus Nabi Adam ‘alaihisalaam

Itu masalah yang pertama dan sekarang masalah yang kedua. Dan sekarang bayangkan diri Anda bekerja di sebuah perusahaan. Dan di mana Anda tinggal? Di Kuwait. Perusahaan memutuskan untuk memindahkan Anda. Mereka akan memindahkan Anda dari Kuwait ke Srilanka.

Tapi, mereka tak memberitahukan Anda. Mereka mengirim surat elektronik semua bagian. Tapi mereka tidak mengirimkannya pada Anda. Semua tahu bahwa Anda akan pergi kemana? Kemana Anda akan pergi? Saya lupa. Oh, ya Anda pergi ke Srilanka. Selamat. Semua tahu. Yang tidak tahu hanyalah siapa? Anda.

Suatu hari, Anda datang terlambat lima menit. Berapa lama Anda terlambat datang ke kantor? Terlambat lima menit. Lalu bos Anda berkata, “Bisa bicara dengan saya sebentar? Anda datang terlambat lima menit. Ini tak bisa diterima. Saya akan memindahkan Anda ke Srilanka.”

Tapi, tunggu sebentar. Rencananya memang untuk mengirimkan saya ke Srilanka. Lalu, seseorang datang pada saya dan berkata, “Hei, dengarlah. Semua dapat surat eletroniknya. Kau akan pergi ke Srilanka.”

Anda berkata, “Apa? Benarkah?

Ya, kau akan pergi ke Srilanka.”

Anda berkata, “Aku tak mau pergi ke Srilanka. Aku mau tinggal di sini.”

Jika kau tak mau pergi, temui aku di ruanganku, hanya lima menit saja. Jadi kau hanya akan terlambat lima menit.”

Jadi berapa lama Anda terlambat kerja? Lima menit. Ketika Anda terlambat lima menit, bos Anda menelpon dan bertanya, “Mengapa kau terlambat?

Aku akan menghukummu dan mengirimmu, ke mana? Srilanka. Maaf bagi rakyat Srilanka, saya tidak bermaksud Srilanka sebagai hukuman. Saya suka Srilanka. Tapi, jika Anda dikirim ke sana.

Anda akan berkata, “Tidak. Tunggu dulu. Kau telah memutuskannya. Kau bukan mengirimkan aku karena kesalahanku. Kau mengirimkan aku karena memang itu rencanamu. Bukan salahku. Memang itu rencanamu.”

Ya atau tidak? Lalu Anda tunjukkan surat elektronik itu. “Lihatlah apa isi surat ini. Kau akan mengirim aku. Kau sudah beritahu yang lain. Seluruh bagian tahu aku akan dikirimkan.”

Tapi, saya tidak berbicara tentang Anda dan tidak juga tentang Srilanka. Apa yang saya bicarakan? Adam ‘alaihisalaam. Apa yang Allah firmankan pada para malaikat? Aku akan mengirimkannya, ke mana? Ke bumi.

Tapi, Adam ‘alaihisalaam tidak memulai hidupnya di bumi. Ia memulai hidupnya di surga. Lalu, ia tinggal di surga dan diberitahukan ia boleh mengambil apa saja yang ia inginkan. Satu-satunya yang tak boleh ia ambil adalah buah dari satu pohon. Kau tak boleh ambil itu. Yang lainnya bebas bagimu.

Lalu iblis datang kepadanya. Dari surat Al A’raf kita ketahui bahwa iblis mendatanginya dan berikan dua pilihan. Simaklah dua pilihan ini.

…Antakuunaa malakayni aw takuunaa minal khaalidiin…*QS Al A’raf ayat 20

Dengarlah, semua mendapatkan surat elektronik itu. Kau akan pergi kemana? Bumi. Di mana Anda tinggal sekarang? Surga.

Jadi, yang bisa tinggal di sini, yang bisa mendapatkan visa untuk di sini, hanya ada dua cara untuk bisa tinggal di surga, menjadi malaikat atau kau harus jadi penduduk tetap, “khaalidiin”. Hanya kedua itu yang memiliki visa untuk bisa menetap di surga.

Satu-satunya cara untuk mendapatkan visa, hanya dengan memakan buah dari pohon itu. Itulah mengapa Dia tak mau kau makan buah dari pohon itu. Jika kau makan dari buah pohon itu, apa yang akan terjadi? Kau akan menjadi penduduk tetap. Ku beritahu kau bahwa rencananya adalah mengirimkanmu ke bumi.

… Idz qaala rabbuka lil malaaikati innii jaa-ilun fil-ardhi kholiifah...” *QS Al Baqarah ayat 30

Sekarang apakah Adam ‘alaihisalaam dan ibu kita makan buah dari pohon itu? Mereka makan buah dari pohon itu. Ketika mereka makan buah dari pohon itu, apa firman Allah?

…Ihbitu...” *QS Al A’raf ayat 24

Turunlah dari sini. Pergilah ke bumi. Saya telah beritahu Anda sedikit tentang iblis dan sedikit tentang Adam. Mari kita bandingkan keduanya. Pikirkanlah dengan jernih karena kita harus membuat kesimpulan.

Perbedaaan Nabi Adam ‘alaihisalaam Dengan Iblis

Adam ‘alaihisalaam telah diberikan kenaikan jabatan. Ya atau tidak? Ia dinaikkan jabatannya bahkan malaikat harus bersujud padanya. Ia dinaikkan jabatannya.

Apakah iblis pernah diberikan kenaikan jabatan? Ya, bahkan ia dinaikkan jabatan melebihi jabatan para malaikat. Jadi keduanya mendapatkan kenaikan jabatan. Adam ‘alaihisalaam diberikan kehormatan oleh Allah. Iblis juga diberikan kehormatan oleh Allah.

Adam ‘alaihisalaam tidak mematuhi Allah. Ya atau tidak? Ya. Iblis tidak mematuhi Allah. Ya atau tidak? Ya.

Adam ‘alaihisalaam … Sebelum saya lanjutkan ke Adam, iblis la’anahullah mengutarakan keluhan yang logis. Ya atau tidak? Ingat cerita kenaikan jabatan dan wakil direktur. Apakah keluhan iblis logis? Ya.

Adam juga bisa mengutarakan keluhan yang logis. Apa keluhan logis dari Adam? Kau memang berencana mengirimku ke bumi. Ini adalah jebakan. Aku makan buah dari pohon ataupun tidak Kau akan tetap mengirimku. Kau tahu aku akan makan buah dari pohon itu. Allah sudah tahu apa yang akan kulakukan. Itu bukan salahku.

Anda dengar apa yang saya katakan? Allah sudah tahu apa yang akan kulakukan. Itu bukan salahku. Manusia yang pertama, yang dapat menanyakan pertanyaan itu adalah manusia pertama. Ia adalah Adam ‘alaihisalaam.

Jadi iblis dapat mengajukan keluhan yang logis, begitu juga dengan Adam. Perbedaannya adalah iblis mengutarakan keluhannya. Iblis mengeluh.

Ia berkata, “Khalaqtanii min naar, wa khalaqtahu min thiin.” *QS Al A’raf ayat 12 dan QS Shaad ayat 76

Ia mengeluh. Tapi, Adam ‘alaihisalaam tidak mengeluh.

Ia berkata, “Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa…*QS Al A’raf ayat 23

Tidak, ini salahku. Walaupun tidak masuk akal bagiku. Akalku terbatas karena aku adalah manusia. Allah lebih tahu daripada aku. Allah lebih bijaksana daripada aku. Ku tahu aku serakah. Aku ini salahku.

Masalah Utama Dari Takdir Adalah Masalah Tanggung Jawab

Anda tahu apa yang terjadi ketika orang mau menyalahkan Allah, mereka tak mau bertanggung jawab. Dan Adam ‘alaihisalaam mengambil tanggung jawab secara pribadi. Ketika orang mau menyalahkan Allah, mereka akan seperti iblis. Dan ketika orang bertanggung jawab secara pribadi, mereka akan seperti Adam ‘alaihisalaam.

Adam diturunkan. Ya atau tidak? Iblis diturunkan. Ya atau tidak?

Ukhruj minhaa...” *QS Al A’raf ayat 18

Ia diturunkan juga. Perbedaaannya Adam ‘alaihisalaam diturunkan ke bumi bukan sebagai hukuman. Bukan sebagai hukuman, bukan untuk dipermalukan. Saya beritahu alasannya. Ketika menurunkannya, Allah berfirman,

Fa-immaa ya’-tiyannakum minnii hudan faman tabi-’a hudaaya falaa khawfun ‘alayhim walaa hum yahzanuun.” *QS Al Baqarah ayat 38

Jika kau mengikuti petunjuk-Ku. Jika petunjuk datang dan Anda mengikutinya, maka pada dasarnya tidak akan ada masalah. Tak akan masalah bagi mereka. Allah tidak menurunkan Anda ke bumi sebagai hukuman. Ia ingin Anda menikmati hidup Anda di sini.

Wa ja’alnaa lakum fiihaa ma’ayisy.” *QS Al Hijr ayat 20 dan QS Al A’raf ayat 10

Kami sediakan sumber kehidupan di bumi agar hidupmu baik. Bumi bukanlah sebuah hukuman. Saya akan beritahu Anda satu lagi. Allah berfirman,

Wa laqad karamnaa banii aadam.” *QS Al Israa’ ayat 70

Kami berikan kemuliaan, kehormatan bagi anak cucu nabi Adam. Apakah Allah berikan kehormatan pada iblis? Tidak. Jadi, iblis turun secara tidak hormat. Ia dipermalukan.

Adam turun ke bumi masih dengan kemuliaan. Ia masih dimuliakan. Apakah Anda sekalian paham? Dan sekarang saat kita katakan, “Bukan salah saya.”

Allah sudah tahu apa yang akan terjadi.”

Allah mengendalikan segalanya. Allah tahu segalanya.”

Bukan salah saya.”

Saya tahu saya salah, tapi itu takdir.”

Apa yang terjadi sudah ditakdirkan.”

Qadra Allahu ma sha fa’ala la ana, la mashitu wa la ma fa’altu, ma sha’a wa fa’ala.” (*Bahasa arab -red)

Saya tak lakukan apa pun. Semua dari-Nya.”

Biar saya jelaskan. Semua ini mudah dimengerti. Jika saya hampiri Anda sekarang juga, lalu saya menampar Anda. Apa Anda marah? Saya rasa iya. Tenang, saya tak akan menampar Anda. Tapi, jika saya melakukannya. Apa Anda marah? Jika seseorang mengalami kecelakaan dengan Anda, orang itu memukul mobil Anda dengan sengaja. Apa Anda marah? Ya.

Lalu, dia keluar dari mobilnya, dan berkata, “Ini semua takdir Allah.”

Apa Anda percaya kepadanya?

Anda berkata, “Ya, takdir Allah. Anda yang melakukannya.”

Apa Anda marah padanya? Ya. Jika Anda marah kepadanya dan mengatakan bahwa itu salah dia, “Dia memukul mobil saya, dia meninju saya.

Anda ingin dia yang bertanggung jawab. Ya atau tidak? Anda ingin dia yang bertanggung jawab. Tapi, jika Anda lakukan kesalahan Anda berkata, “Bukan salah saya. Allah yang bertanggung jawab atas semua ini.”

Jika Anda ingin orang lain yang bertanggung jawab, maka Anda juga harus bertanggung jawab. Iblis menolak untuk bertanggung jawab. Adam ‘alaihisalaam mau menerima tanggung jawabnya.

Permasalahan utama dari takdir hanya satu masalah, yaitu masalah tanggung jawab. Hanya itu. Banyak yang bersembunyi di balik alasan bahwa semuanya adalah bukan salah mereka. Di sanalah mereka bersembunyi. Semua itu salah mereka. Saya akan beri contoh yang indah, Musa ‘alaihisalaam. Contoh yang sangat indah.

Anda tahu saat dia meninju seseorang, lalu orang itu tewas. Apakah Anda ingat kisah itu? Dia tinju seseorang,

Fawakazahu muusaa fa qadhaa ‘alayhi.” *QS Al Qashash ayat 15

Musa ‘alaihisalaam meninjunya dan orang itu tewas. Saya jelaskan pada Anda. Setelah meninju seseorang dan tewas.

Qaal Musa ‘alaihisalaam, “Hadzaa min ‘amalisy syaythaani.” *QS Al Qashash ayat 15 (ustadz NAK mengatakan “Qaal” yang merupakan kependekan dari “Qaala” -red)

Ini adalah perbuatan syaitan. Sangat jelas bahwa ini perbuatan jahat, jadi siapa yang Musa ‘alaihisalaam salahkan? Ia salahkan syaitan. Tapi, masalahnya adalah siapa yang lemparkan tinju? Bukan syaitan. Musa ‘alaihisalaam meninjunya.

Lalu, mengapa ia berkata, “‘amalu syaythaani.”

Sesungguhnya di ayat selanjutnya dia bertanggung jawab. Ia berkata, “Syaitan yang bertanggung jawab atas kejadian ini, tapi saya juga bertanggung jawab.”

Qaala rabbi innii zhalamtu nafsii.” *QS Al Qashash ayat 16

Saya telah menganiaya diri saya sendiri. Saya telah melakukan kesalahan. Ia mengakui kesalahannya. Sebagian orang menyalahkan syaitan, sebagian lainnya menyalahkan Allah. Satu-satunya tak mereka salahkan adalah diri mereka sendiri. Ini adalah pelajaran utama dari kisah nabi Adam ‘alaihisalaam.

Kedua pihak dapat mengeluh dengan wajar. Terkadang Anda mempelajari Al Qur’an dan Anda tak memahaminya. Walaupun Anda tak memahaminya, Anda tahu bahwa semua itu datang dari Al Hakim, Yang Maha Mengetahui Segalanya.

Malaikat Bertanya Tetapi Tidak Menentang Allah

Perumpamaan pertama saya adalah mengenai Adam dan Iblis. Sekarang perumpamaan yang kedua. Perumpamaan kedua saya adalah mengenai nabi Adam dan para malaikat. Perumpamaan kedua mengenai siapa? Para malaikat dan Adam ‘alaihisalaam. Saat Allah berkata bahwa Ia akan menciptakan khalifah di bumi, apa yang dikatakan para malaikat?

Sami’naa wa atho’naa.” *QS An Nuur ayat 51, Al Maidah ayat 7, An Nisaa ayat 46, Al Baqarah ayat 285

Apa yang mereka katakan?

…A taj’alu fiihaa man yufsidu fiihaa wa yasfikud dimaa ‘a wa nahnu nusabbihu bi hamdika wa nukaddisu lak…*QS Al Baqarah ayat 30

Benarkah Kau akan menurunkan seseorang ke bumi yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Ia akan mematikan, membunuh, membuat perang, melakukan kejahatan. Benarkah Kau akan lakukan itu? Sudah ada kami di sini dan kami lakukan tasbih untuk-Mu. Kami sudah lakukan tasbih untuk-Mu.

Lalu, apakah para malaikat mempertanyakan keputusan itu? Ya. Allah akan ciptakan manusia dan para malaikat mempertanyakan apakah ini ide yang bagus? Bukankah mereka mempertanyakannya?

Apa yang Anda ketahui tentang malaikat? Apa mereka pernah menentang Allah? Tidak. Apa para malaikat pernah meremehkan Allah? Tidak. Para malaikat sangat taat kepada Allah,

Wa yaf’aluuna maa yu’maruun.” *QS At Tahriim ayat 6 dan An Nahl ayat 50

Dan melakukan apa yang diperintahkan-Nya. Mereka tergolong musabbihuun (QS Ash Shaaffat ayat 166) yang selalu bertasbih kepada Allah. Tak pernah sekalipun mereka meremehkan Allah. Tapi, mengapa pertanyaan ini mereka lemparkan? Mereka terlihat seperti mempertanyakan Allah.

Apa pelajaran dari sini? Kita belajar bahwa saat kita bertanya mengenai firman Allah. Saat Anda bertanya tentang firman Allah dengan santun. Ada perbedaannya.

Ada cara bertanya yang santun dan ada cara bertanya yang angkuh. Jika Anda bertanya dengan santun maka itu tidak termasuk melawan Allah. Anda berhak bertanya tentang sesuatu yang tak Anda pahami. Jika para malaikat boleh bertanya kepada Allah, maka Anda boleh bertanya pada syeikh Anda. Tidak apa-apa. Bahkan bertanya kepada Allah diperbolehkan. Apakah anda paham?

Anda tahu apa yang terjadi di berbagai tempat saat ini? Seseorang mengajarkan Anda agama, ia mengajarkan Anda tafsir, aqidah, ia juga mengajarkan Anda sebuah hadits dan Anda ingin bertanya.

Syeikh, hal ini tidak masuk akal bagi saya.”

Mari saya tunjukkan pada. Tidak masuk akal bagi Anda?

Buk… (*Ustadz Nouman memperagakan gerakan menampar -red)

Tunjukkan rasa hormat. Jangan banyak tanya, dengarkan saja. Kita dibatasi dalam bertanya. Jika ada seseorang yang bertanya, maka dianggap bisikan dari syaitan.

Mengapa kau mempertanyakan ini? Kau tak berhak untuk bertanya.”

Menurut saya, Allah menyampaikan kepada kita bahwa bahkan para malaikat pun memiliki hak untuk bertanya. Kita telah diberikan status yang lebih tinggi dari para malaikat. Ya atau tidak? Ya, status kita lebih tinggi. Kita memiliki hak untuk bertanya.

Saya akan beritahu Anda bahwa kita memiliki hak untuk bertanya, tapi Allah berhak untuk memberi jawaban yang Ia inginkan. Dengarkanlah saya dengan seksama. Allah akan berikan jawaban yang diinginkan oleh Allah sendiri.

Terkadang kita bertanya tapi saat guru kita berikan jawaban kita tidak puas dengannya. Apakah ini benar terjadi? Guru jawab pertanyaan Anda dan reaksi Anda…

Masih tidak masuk akal bagi saya.”

Mungkin saja terjadi. Jika Allah Azza wa Jalla menjawab suatu pertanyaan, walaupun awalnya tidak masuk akal bagi Anda, Anda berserah diri kepada Allah, menghadap Allah dengan kepasrahan, lalu Anda akan mulai memahami.

Jika anda berkata, “Tapi, saya masih tidak paham,” saat Dia menjelaskannya, Dia takkan pernah izinkan Anda untuk paham. Itulah yang disebut angkuh.

Para malaikat bertanya. Dan Allah berfirman,

…Innii a’lamu maa laa ta’lamuun.*QS Al Baqarah ayat 30

Aku tahu apa yang tidak kau ketahui.”

Aku tahu sesuatu tentang Adam yang bahkan kau takkan bisa membayangkannya.”

Ada yang bisa ingatkan saya apa keluhan para malaikat dan apa masalah dengan Adam? Apa masalah dengan Adam? Ia akan melakukan kerusakan dan pembunuhan. Benar? Ia akan melakukan kerusakan dan pembunuhan. Saya sudah beritahu Anda ada dalam surat Al Baqarah. Ada di dalam surat Al Baqarah.

Apa Anda tahu bahwa tepat setelah kisah Adam ‘alaihisalaam adalah kisah Bani Israil? Saat Anda membaca kisah tentang Bani Israil, apakah mereka buat kerusakan? Apakah mereka buat kerusakan? Ya. Apakah mereka menumpahkan darah? Ya.

Laa tasfikuuna dimaa’akum.” *QS Al Baqarah ayat 84

Laa tukhrijuuna anfusakum min diyaarikum.” *QS Al Baqarah ayat 84

Tsumma antum ha-ulaa-i taqtuluuna anfusakum.” *QS Al Baqarah ayat 85

Allah menggambarkannya dengan Bani Israil, dengan kisah Bani Israil, bahwa mereka melakukan kerusakan dan menumpahkan darah. Ketika Anda membaca kisah Bani Israil, Anda akan berpikir bahwa ternyata para malaikat benar. Karena mereka berkata bahwa kita akan buat kerusakan dan tumpahkan darah, sama dengan yang kita baca. Bangsa ini seharusnya adalah yang terbaik.

Innii fadholtukum ‘alal ‘aalamiin.”

Aku lebihkan kalian dari bangsa lainnya. Anda jadi berpikir, “Apa maksud Allah?

Mengapa Dia berkata Dia tahu sesuatu yang tidak diketahui malaikat. Sejauh ini, jika Anda membaca surat Al Baqarah, apa yang dikatakan oleh para malaikat adalah benar.

Jawaban Allah Atas Pertanyaan Malaikat

Menurut saya, penilaian mereka sangat akurat. Manusia akan buat kerusakan dan tumpahkan darah, walaupun para nabi telah kau kirimkan kepada mereka. Apakah Allah kirimkan para nabi kepada Bani Israil? Bahkan pada saat itu. Lalu, bagaimana Allah menjelaskan maksudnya? Sangat luar biasa, menurut saya sangat indah.

Wa ‘allama aadamal-asmaa-a kullahaa.” *QS Al Baqarah ayat 31

Allah ajarkan Adam ‘alaihisalaam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. berbagai macam nama. Adam ‘alaihisalaam diajarkan perbendaharaan kata. Ia diberikan pendidikan. Saat Allah berfirman,

… Al-asmaa-a kullahaa.” *QS Al Baqarah ayat 31

Apa Anda tahu apa yang Allah bicarakan? Ia tidak bicarakan tentang Al Qur’an, sunnah atau wahyu. Ia membicarakan tentang gunung, pohon, samudera, sungai, ikan, dan kuda. Ia ajarkan Adam ‘alaihisalaam nama dari semua benda. Semua benda yang ia lihat di bumi.

Allah Azza wa Jalla ajarkan Adam ‘alaihisalaam bahasa. Sesungguhnya hingga saat ini apa pun yang Anda pelajari. Berapa orang dari Anda yang merupakan insinyur? Mohon angkat tangan. Apa ada yang bekerja sebagai akuntan? Dokter atau yang berprofesi di bidang kesehatan? Ada berapa orang yang merupakan pelajar? Tiga orang pelajar? Masya Allah.

Apa pun yang Anda pelajari. Jika Anda mempelajari ilmu kedokteran, juga mempelajari akuntansi, ilmu teknik, Apakah setiap disiplin ilmu itu memiliki daftar istilah sendiri? Ya atau tidak? Ya, semuanya memiliki daftar istilah masing-masing. Semuanya memiliki terminologi masing-masing. Seorang dokter gunakan terminologi tertentu. Insinyur gunakan terminologi lainnya. Akuntan gunakan terminologi yang berbeda. Apa anda tahu bahwa semua terminologi itu berasal dari disiplin ilmu sebelumnya yang juga berasal dari disiplin ilmu sebelumnya dan sebelumnya lagi.

Dan awal dari semua terminologi itu adalah terminologi yang Allah ajarkan pada Adam ‘alaihisalaam. Setiap disiplin ilmu yang Anda pelajari adalah keturunan dari apa yang Allah berikan pada Adam ‘alaihisalaam. Buku apa pun yang Anda baca baik fisika, kimia, sejarah, filosofi, antropologi, sosiologi. Setiap kata yang Anda baca sesungguhnya adalah hasil sampingan dari semua yang diberikan kepada Adam ‘alaihisalaam. Sangat luar biasa.

Apa Anda tahu maksud dari semua ini? Maksudnya adalah kita harus hormati setiap disiplin ilmu. Karena semua itu berasal dari Allah. Semua disiplin ilmu. Terkadang seorang anak muda hampiri saya dan berkata, “Saya ingin pelajari agama fisabilillah.

Saya tak mau pelajari tentang dunia.”

Saya katakan, “Apa masalahmu, … muda?” (*ustadz NAK sepertinya menyelipkan bahasa Urdu -red)

Apa masalahmu?

Saat Anda pelajari ilmu pengetahuan, Anda juga pelajari ayat-ayat Allah. Saat Anda pelajari sejarah, Anda juga pelajari ayat-ayat Allah. Kita perlu pelajari ilmu deen (agama) dan juga ilmu dunia dengan bersamaan karena kita adalah umat yang mementingkan keseimbangan.

Allah tidak hanya ajarkan kita tentang surga, tapi juga tentang dunia. Al Qur’an ingin Anda untuk pergi belajar. Kitab ini ingin Anda untuk pergi belajar Agama ini mendorong pendidikan. Adam ‘alaihisalaam diajarkan perbendaharaan kata. Lalu, Allah membawanya ke depan para malaikat.

Fa qolaa anbiuu-nii bi asmaa-i haa-ulaa-i in kuntum shoodiqiin.” *QS Al Baqarah ayat 31

Sebutkanlah nama benda-benda ini!

Para malaikat diuji, “Apa kalian tahu nama benda-benda ini?

Para malaikat berkata, “Subhaanaka laa ‘ilma lanaa.” *QS Al Baqarah ayat 32

Maafkan kami Ya Rabb. Engkaulah Yang Maha Sempurna.”

Kami tak memiliki ilmu sedikit pun.”

Manusia tahu tentang sesuatu yang tak diketahui oleh malaikat. Manusia tahu ilmu pengetahuan, para malaikat tidak. Manusia tahu terminologi dan perbendaharaan kata, para malaikat tidak. Kelebihan ini khusus Allah berikan kepada Adam ‘alaihisalaam dan keturunannya. Itulah karunia-Nya kepada kita.

Ini pertanyaan logis lainnya dari saya. Saya terus tanyakan Anda pertanyaan yang sulit. Inilah pertanyaan berikutnya. Apa keluhan para malaikat? Ia akan buat kerusakan, tumpahkan darah dan membunuh. Benar?

Allah berfirman, “Aku akan jawab pertanyaan kalian.

Apa kalian tahu nama benda-benda ini?

Para malaikat menjawab, “Tidak, kami tidak tahu nama benda-benda ini.

Itulah jawaban Anda. Itu bukan jawaban. Bagaimana bisa jawaban itu menjawab bahwa ia akan membunuh? Bagaimana bisa jawaban itu menjawab bahwa ia akan buat kerusakan? Saya tambahkan lagi. Saya telah beritahukan Anda nama-nama yang diberikan pada Adam ‘alaihisalaam mengantar kita kepada ilmu pengetahuan di dunia saat ini. Ya atau tidak?

Apakah ilmu pengetahuan digunakan untuk membunuh orang lain? Apakah digunakan untuk bunuh orang lain? Ya. Apakah ilmu pengetahuan digunakan untuk ciptakan kerusakan? Apakah teknologi digunakan untuk alasan-alasan yang jahat? Ya, teknologi digunakan untuk kebaikan, tapi lebih sering untuk kejahatan.

Senjata terkadang digunakan untuk kebaikan, tapi senjata lebih sering digunakan untuk kejahatan. Sebagian besar kata-kata yang diajarkan lebih sering mengarah ke baik atau buruk? Sepertinya lebih sering mengarah kepada kejahatan.

Itu jawaban-Ku, Aku ajarkan padanya apa yang Ku tak ajarkan padamu.

Mengapa ini adalah jawaban-Nya? Allah beritahu para malaikat bahwa Ia tahu potensi manusia. Manusia memiliki potensi yang luar biasa, dan mereka akan menunjukkannya berbeda dari makhluk Allah lainnya.

Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim.” *QS At Tiin ayat 4

Yang terbaik dari semua ciptaan-Nya.

Innaa ‘aradhnal-amaanata.” *QS Al Ahzab ayat 72

Allah telah mengemukakan amanat, tanggung jawab ini kepada langit, bumi dan gunung-gunung,

Fa-abayna an yahmilnahaa.” *QS Al Ahzab ayat 72

Tak ada satu pun ciptaan Allah yang bisa memikul tanggung jawab. Tapi, Allah memberikan tanggung jawab itu kepada manusia. Untuk memelihara bumi, dan tetap melakukannya walaupun mereka memiliki pilihan untuk berbuat kejahatan.

Sejauh ini hingga tahun 2015, jika Anda mengamati sejarah dunia, apakah itu sejarah Mesir, Babilonia, atau sejarah kaum Yahudi, Romawi, atau sejarah Mongolia, apa yang Anda lihat? Apakah kita buat kerusakan? Apakah kita tumpahkan darah? Ya, kita buat semua itu. Sejauh ini kita telah gagal.

Tapi, Allah sesuatu yang tak kita ketahui. Allah tahu apa yang tak diketahui para malaikat. Apa yang Dia ketahui? Ini dia,

Wakadzaalika ja’alnaakum ummatan wasathan.” *QS Al Baqarah ayat 143

Dia telah membuatmu umat yang seimbang, umat yang berada di tengah.
Kita, umat Islam, seharusnya membuktikan pada para malaikat bahwa kata-kata Allah benar. Simak perkataan saya.

Allah berfirman bahwa Ia tahu apa yang tidak diketahui para malaikat. Sampai saat ini, sepertinya para malaikat yang benar. Sesungguhnya Allah tahu bahwa akan ada satu umat ini yang akan jadi,

…Syuhadaa-a ‘alannaasi…*QS Al Baqarah ayat 143

Mereka akan menjadi saksi bagi umat manusia. Mereka akan berhasil. Keseimbangan antara agama dan dunia mereka sempurna. Keseimbangan antara pria dan wanita mereka juga sempurna. Keseimbangan antara spiritual dan materi kita sempurna. Mereka akan menjadi contoh keseimbangan yang mutakhir. Itulah kita, kaum muslim, karena kita memiliki kitab paling seimbang yang pernah diberikan, yaitu Al Qur’an. Ini tanggung jawab kita.

Itulah kisah Adam ‘alaihisalaam. Kisah Adam ‘alaihisalaam sesungguhnya membicarakan tentang kita. Bukan orang lain. Kita memiliki hak untuk bertanya agar kita paham. Jika kita paham, maka kita akan belajar untuk bertanggung jawab. Anda ingat saya membahas tanggung jawab? Siapa tak bertanggung jawab? Iblis.

Adam ‘alaihisalaam berani bertanggung jawab. Sekarang adalah giliran umat ini untuk bertanggung jawab. Saat Allah ajarkan kita tentang Bani Israil, apakah mereka bertanggung jawab atau gagal? Mereka gagal.

Lalu, Allah ajarkan kita kiblat dan buat kita menjadi sebuah umat karena sekarang adalah giliran kita untuk bertanggung jawab. Giliran kita, Subhanallah. Kisah yang sangat luar biasa yang berujung pada Anda dan saya. Anda dan saya memerankan peran kita.

Manusia Harus Memiliki Tanggung Jawab

Terakhir, saya mau katakan. Setelahnya, Insya Allah sesi tanya jawab. Saya tak mau kuliah ini panjang. Saya hanya ingin kemukakan beberapa gagasan agar Anda bisa lihat betapa hebatnya peran Anda dan saya di bumi ini. Anda sekalian.

Ada sebagian dari para hadirin yang bekerja di jalanan. Ada pengemudi taksi. Ada yang bekerja di restoran. Ada buruh harian dan buruh cuci. Anda semua punya tanggung jawab. Tak hanya si kaya, tapi juga si miskin dan setiap manusia. Allah berikan masing-masing tanggung jawab. Tanpa pengecualian. Allah memuliakan kita semua.

Mengapa kita harus bertanggung jawab? Karena bila Allah lihat Anda seperti itu, Anda akan pulang ke rumah Anda yang telah dibuat-Nya. Kita di sini hanya sementara.

Anna lahum jannaat.” *QS Al Baqarah ayat 25

Anda ingat? Di akhir kuliah ini, saya akan bertanya tiga hal. Apa yang Allah berikan di surga? Apa nomor satu? Ya, buah-buahan. Selanjutnya? Baiklah. Apa yang terakhir? Hidup selamanya. Simaklah. Di mana Adam ‘alaihisalaam awalnya tinggal? Surga.

Wa qulnaa yaa aadam-uskun.” *QS Al Baqarah ayat 35

Anta wa zawjukal jannata.” *QS Al Baqarah ayat 35 dan Al A’raf ayat 19

Tinggal di surga. Kita akan tinggal di surga selamanya. Adam diberitahukan untuk sementara tinggal di surga. Pengalaman pertama di surga adalah sementara. Pengalaman selanjutnya di surga adalah selamanya.

Ia berfirman, “Kau yang hidup dan kau akan hidup dengan istrimu.”

Yang kedua disampaikan kepadanya adalah kau tinggal dengan istrimu. Ia dinikahkan oleh-Nya. Saat kita pergi ke surga, apa hal yang kedua? Pernikahan. Saat kita di surga dan saat Adam ‘alaihisalaam di surga, pernikahan disebutkan.

Nomor satu adalah hidup. Yang kedua pernikahan. Bagi kita yang ketiga adalah hidup. Dan yang kedua adalah pernikahan. Apa nomor satu bagi kita? Apa yang nomor satu? Buah-buahan apa saja yang Anda inginkan.

Dan yang nomor tiga untuk Adam adalah Anda bisa nikmati buah apa saja tapi bukan semua jenisnya. Jauh-jauhlah dari satu macam buah. Saat kita kembali ke surga, sesungguhnya akan jadi lebih baik dibanding saat Adam ‘alaihisalaam pertama kali. Pasti lebih baik. Karena ketika kita kembali ke sana Allah takkan berfirman, “Menjauhlah dari Pohon, Adam.”

Buah apa saja …

Silakan bersantai. Keseimbangan yang sangat indah dalam kisah ini antara apa yang akan kita dapatkan dan di mana kisah tersebut berawal. Inilah kalam Allah, sangatlah indah. Bagaimana semuanya terjalin menjadi satu kesatuan, Subhanallah.

Ini adalah pemberian Allah pada umat ini. Wallahi, sebagian orang berkata bahwa muslim percaya kisah Adam dan Hawa. Kaum Nasrani percaya kisah Adam dan Hawa. Kaum Yahudi percaya kisah Adam dan Hawa. Saya tantang mereka. Apa kisah mereka tentang orang tua kita seindah ini? Sedikitpun tidak.

Mereka merusak inti dari kisah mereka sendiri, tapi kisah yang kita miliki sangat kuat. Kisah ini menjawab banyak pertanyaan filosofis yang penting, ditujukan kepada masalah terbesar umat manusia. Kisah ini mengurangi keseluruhan masalah takdir menjadi hanya masalah tanggung jawab, hanya tanggung jawab. Anda dan saya.

Bagaimana? Ini bagian terakhir. Saya berjanji hanya 2 menit dan bukan 2 menit ala Pakistan, 2 menit ala India. Ini 2 menit ala Amerika, jadi benar-benar 2 menit. Saya jelaskan 2 menit ini tentang apa. Bagaimana kita bertanggung jawab?

Langkah Pertama Untuk Bertanggung Jawab

Saya tahu harus bertanggung jawab, tapi bagaimana caranya? Saya takkan berikan Anda 100 langkah, saya hanya akan berikan satu langkah saja. Jika Anda lakukan satu langkah, lalu kembali pada saya. Kita makan siang dan saya beritahu Anda langkah kedua.

Sekarang, kita hanya pikirkan langkah pertama saja. Kapan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjadi rasul? Usia berapa? Usia 40 tahun, kemudian ia memulai dakwah. Benar? Apakah ia tinggal di Mekkah sebelumnya? Ya. Apakah masyarakat mengenalnya sebelum itu? Apa panggilan mereka untuknya? Mereka berikan nama yang baik untuknya. Apa nama itu? Ash Shodiq. Al Amin.

Apa pernah ia bicarakan Islam sebelum usia 40? Tidak. Ia berbisnis dengan mereka, tinggal dengan mereka, ia bertetangga dengan mereka, ia berteman dengan mereka, ia makan dengan mereka. Benar? Ia berbicara dengan mereka setiap hari. Ia bantu mereka, ia berikan sedekah pada mereka. Hanya itu yang mereka lakukan dengannya.

Selama 40 tahun yang mereka tahu hanya Ash Shodiq dan Al Amin. Mereka juga tahu hanya satu orang paling bertanggung jawab di kota itu, Muhammad. Mereka belum panggil dia Rasullulah shalallahu alaihi wassalam.

Itulah langkah pertama Anda. Langkah pertama Anda sebagai umat, langkah pertama saya sebagai umat, adalah kita harus tunjukkan karakter Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Ash Shodiq dan Al Amin ke seluruh dunia. Sehingga jika berpikir tentang muslim, mereka berpikir tentang seseorang yang jujur dan terpercaya.

Saat ini, kondisinya sangatlah buruk hingga tidak percaya satu sama lain. Kita bahkan tak saling percaya. Kita berbohong dan berbuat curang. Kita berbohong dan berbuat curang dalam bisnis. Kita berbohong dan berbuat curang dalam keluarga dan warisan. Kita berbohong dan berbuat curang dalam pekerjaan kita. Kita berbohong dan berbuat curang di laporan pajak kita. Kita berbohong dan berbuat curang setiap ada kesempatan. Lelaki penjaga toko pakaian kedatangan para wanita berniat membeli pakaian.

“…” (*sepertinya bahasa Urdu -red)

Saya harus menjualnya kepada Anda seharga 100, karena saya membelinya seharga 99. Saya cuma ambil untung satu. Lelaki itu membelinya seharga 10, tapi ia mengarang cerita agar si wanita mau membelinya seharga 99, “Baik, ambillah seharga 99.”

Dia mengarang cerita. Anda bahkan tak bisa menjual sesuatu tanpa berbohong. Bagaimana seluruh dunia akan anggap kita sebagai Ash Shodiq dan Al Amin, jika kita sendiri tidak saling anggap diri kita Ash Shodiq dan Al Amin. Kita tidak saling menganggap diri kita Ash Ashodiq dan Al Amin.

Jika Anda pergi ke negara Islam, bukan di sini, di negara Islam lainnya, dan Anda naik taksi. Jika mereka tahu saya dari Amerika, harganya tiga kali lipat. Mengapa? Apa itu amanah? Anda pergi ke bengkel. Montir muslim, Masya Allah.

Saya mau ganti oli.”

Dia buka mobil Anda mengeluarkan transmisinya, dan berkata, “Anda juga butuh transmisi baru.”

Saya tak mengerti tentang mobil, dia tahu. Kita menipu orang lain. Kita berbohong pada orang lain. Kita tidak jujur pada orang lain, tapi lalu kita bicara tentang agama Muhammad shalallahu alaihi wassalam, dakwah Islam, syariat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Tunggu dulu. Empat puluh sebelumnya dulu. Langkah pertama. Langkah pertama, tak ada yang berpikir kita orang jujur sekarang. Tak ada yang berpikir kita bisa dipercaya. Ini prioritas utama kita saat ini. Saat itu adalah saat dakwah masuk akal bagi orang banyak. Karena sebelum Anda membuka mulut, mereka sudah menyayangi Anda Mereka menyayangi Anda. Lelaki ini tak akan berbohong. Saya sangat percaya padanya. Seperti inilah seharusnya seorang muslim.

Banyak rekan kerja Anda yang Hindu, Nasrani di negara ini. Banyak juga yang beragama Budha. Atau mungkin Atheist atau Agnostik. Satu-satunya tentang Islam yang mereka tahu bukanlah Al Qur’an, mereka tak tahu Al Qur’an, yang mereka tahu hanyalah Anda. Anda adalah Islam menurut mereka. Anda adalah duta besar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bagi mereka.

Jika Anda berkata pada rekan kerja Anda, “Saya akan sampai dalam waktu 5 menit.”

Saya tahu berapa lama lima menit itu menurut Sunni. Lima menit berarti entah kapan hari ini. Dan hebatnya, Anda belum berangkat dari rumah. Mereka menelpon Anda, “Di mana kau?

Saya sudah di jalan,” jawab Anda.

Anda tak sedang di jalan. Anda bahkan belum sikat gigi. Anda berkendara dari negara lain, berkendara dengan jarak tempuh tiga jam.

Di mana kau? Mau ikut?

Ya, beri saya waktu 10 menit.”

Jarak tiga jam? Anda bukan mengendarai helikopter.”

Anda di dalam mobil. Jujurlah. Jika dalam hal kecil kita tak bisa jujur, apalagi dalam hal besar. Dan jika kita tak bisa jujur dalam hal besar, kita tidak siap untuk tanggung jawab ini. Sudah lebih dari 2 menit, jadi saya akan berhenti.

Saya berikan kesempatan untuk Anda bertanya, Insya Allah. Semoga kuliah ini bermanfaat bagi Anda sekalian. Bi’idznilah, saya berdoa banyak untuk Anda sekalian. Semoga Allah Azza wa Jalla mengangkat derajat muslim di mana seharusnya.

Semoga Allah jadikan Anda, putra-putri dan keluarga Anda contoh dari Sidhiq dan Amanah di seluruh dunia. Semoga Allah berkahi muslim di Kuwait. Semoga Allah memberi berkah di tiap timbangan rizqi Anda, dan jauhkan Anda dari fitnah dan sesuatu yang haram. Semoga Allah Azza wa Jalla menambah rasa saling mencintai sesama muslim di negara ini.

Saat mereka berjumpa, mereka berlaku lembut satu sama lain. Semoga mereka meniru karakter luar biasa dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Terima kasih sudah menyimak. Silakan bertanya. Barakallahu fii walakum.

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan Pertama

Assalamu’alaikum. Pertanyaan tentang peristiwa di Perancis. Anda tahu apa yang terjadi di sana? Anda tahu apa yang terjadi di Perancis? Charlie Hebdo.

Ada beberapa hal yang saya ingin bahas tentang itu, dan mungkin ada beberapa pertanyaan yang serupa, jadi saya akan coba gabung pandangan saya mengenai isu ini dengan sesingkat mungkin.

Ada dua jenis orang yang mengolok-olok Islam. Mohon dimengerti bahwa ada dua jenis orang yang mengolok-olok Islam.Ada orang yang akan tetap benci dan mengolok-olok Islam walaupun dia sudah tahu kebenaran tentang Islam. Anda tak akan bisa mengesankan mereka. Anda tak akan bisa meyakinkan mereka. Mereka adalah keturunan Abu Lahab. Anda takkan bisa meyakinkan mereka walaupun Rasulullah shalallahu alaihi wassalam tinggal di sebelah rumahnya.

Jenis kedua yang mengolok-olok Islam tidak tahu apa pun tentang Islam. Mereka tak tahu apa-apa tentang Islam. Yang mereka tahu hanyalah perilaku gila umat muslim. Hanya itu yang mereka tahu. Mereka berasumsi bahwa umat muslim itu gila karena Islam jadikan mereka gila. Jadi, sebenarnya mereka bukan mengolok-olok Islam, tapi mengolok-olok umat muslim. Karena muslim melakukan hal-hal yang bodoh.

Ini inti yang pertama. Jadi ada berapa jenis orang yang mengolok-olok Islam? Dua. Yang melakukannya dengan sengaja, dan mereka benar-benar mengolok-olok Islam. Dan mereka yang sebenarnya mengkritik umat muslim dengan rasa humor mereka. Itu yang pertama.

Yang kedua. Ada perbedaan antara musuh Islam saat ini, dengan musuh Islam di zaman Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Mohon simak dengan seksama. Di zaman Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, musuh Islam muncul karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam mengajak semua untuk berlaku jujur. Ia memberantas korupsi. Ia membela kebenaran. Ia menyiarkan pada semua bahwa budak dan tuan dari budak itu sejajar. Mereka harus berdiri bersama di satu garis.

Ia menghancurkan sistem milik kaum Quraish, dan menggantikannya dengan keadilan Islam. Mereka menjadi musuhnya karena ia menyiarkan kebenaran. Setiap Anda bertemu dengan Nabi shalallahu alaihi wassalam, para sahabat dari Nabi shalallahu alaihi wassalam, Anda akan mendengar pesan kebenaran yang sama. Tak hanya pada lisan, tapi juga dalam praktek mereka. Sebagian menjadi benci pada mereka. Lalu, mereka menjadi musuh Islam.

Saat ini, apakah umat muslim memiliki musuh? Ya, tapi muslim memiliki musuh karena alasan politik, alasan ekonomi, sosial, bisnis, tapi mereka tak memiliki musuh Islam dengan alasan kami adalah juara dalam keadilan, dan kami bangga. Mereka tak tahu apapun tentang ini semua. Kita punya musuh tapi karena alasan yang berbeda. Anda paham?

Seringkali seseorang membandingkan musuh dari Nabi shalallahu alaihi wassalam pada zamannya, dengan musuh kita di masa kini. Dua hal yang berbeda karena mereka menjadi musuh dengan alasan yang berbeda. Anda tak dapat membandingkan dua hal yang terjadi dengan alasan yang berbeda.

Sekarang, bagaimana kita menyikapinya. Yang pertama adalah Allah berfirman tentang Rasulullah shalallahu alaihi wassalam,

Wa ra’fanaa laka dzikrak.” *QS Al Insyirah ayat 4

Kami meninggikan namamu. Setiap harinya. Ketika adzan dikumandangkan. Ketika ada yang menyebut “Ashhadu anna Muhammadur rasulullah.”

Jika Anda mendengar kata-kata tersebut, apa yang Anda katakan? Shalallahu Alaihi Wassalam. Setiap detik tiap harinya, di suatu tempat di dunia ini ada adzan berkumandang. Seseorang berkata, “Shalallahu Alaihi Wassalam.”

Kita meninggikan nama Rasulullah shalallahu alaihi wassalam selama 24 jam. Selama 24 jam, tidak oleh satu orang saja tapi miliaran. Lebih dari itu, ini hanya usaha manusia. Lebih lagi daripada itu,

Innallaaha wa malaaikatahu yusholluuna ‘alan nabiyy.” *QS Al-Ahzab ayat 56

Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi shalallahu alaihi wassalam. Saya berusaha menaikkan derajat Nabi shalallahu alaihi wassalam, tapi Allah sendiri juga menaikkan derajatnya. Semua malaikat juga menaikkan derajatnya. Jadi, ketika seorang manusia bodoh, seekor anjing menyalak, mereka tidak ambil apapun dari kemuliaan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Itu sama bodohnya dengan meludahi matahari. Ketika Anda coba untuk ludahi matahari, maka ludah itu akan jatuh ke muka Anda sendiri. Anda takkan bisa mengolok-olok Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Itu tak mungkin terjadi. Tak mungkin.

Kita harus belajar meniru sikap Rasulullah shalallahu alaihi wassalam sendiri. Namanya adalah Muhammad. Tapi saat mereka mengkritik atau mengolok-oloknya, mereka menyebutnya dengan ‘Muthamam‘. Ketika Hindun memanggilnya ‘Muthamam‘. Ia berkata, “Dia membicarakan tentang orang lain.”

Ia hanya berkata, “Saya tak tahu siapa orang itu, dia sedang bicarakan orang lain.”

Ia tak berkata, “Berani-beraninya kamu memanggilku…

Tunggu. Tidak apa-apa. Biarkan saja. Jika seekor anjing menyalak pada Anda. Anda sedang berjalan, seekor anjing datang dan, “Guk!

Apa Anda katakan, “Oh ya, guk!“?

Ketika seekor anjing menyalak yang Anda lakukan adalah meninggalkannya. Biarkan anjing-anjing ini menyalak. Biarkan mereka menyalak. Jika Anda menjawab mereka, mereka akan menjadi lebih ramai. Lalu, semakin banyak anjing muncul. Orang-orang ini butuh perhatian. Mereka butuh perhatian.

Surat kabar itu memiliki beberapa ratus, ribu penyaluran. Setelah protes umat Islam, setelah muslim melakukan hal yang bodoh ini, mereka lakukan sesuatu yang dilarang oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, mereka membunuh orang-orang itu.

Apa mereka memuliakan Nabi? Sekarang karikatur yang hanya dilihat oleh beberapa ratus orang itu, dilihat oleh jutaan jika tidak miliaran orang. Orang-orang pikir mereka membantu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam? Mereka menyebarkan luas masalah ini. Mereka membantu mengiklankan lebih dari orang yang lainnya.

Sesungguhnya, orang-orang yang mengolok-olok Rasulullah shalallahu alaihi wassalam melakukan kejahatan. Tapi, para muslim lakukan kejahatan yang jauh lebih besar, karena mereka menyebarkannya ke seluruh dunia.

Ada yang berkata, “Saya belum lihat karikatur itu, coba lihat.”

Kaum muslim pun melihat karikatur itu. Jangan dilihat. Jangan disebarkan. Jika Anda klik video itu, atau halaman penggemar, atau apapun itu hanya untuk melihat.

Saya bukan penggemar, saya hanya mau lihat saja.”

Maka anda menambah jumlah hitungan pengunjung. Terlihat ada 10 juta atau 15 juta pengunjung atau semacamnya. Anda pasti tahu apa yang terjadi di internet ketika ada banyak pengunjung, “Coba saya lihat.”

Jadi Anda mendukung mereka, walaupun Anda berlawanan. Apa yang sebaiknya dilakukan ketika anjing menyalak? Mengabaikannya. Omong kosong ini akan terus berlanjut dan, Wallahi, yang jauh lebih parah dari ini sudah pernah terjadi.

Tidaklah baru, semua ini sudah terjadi sejak zaman Nabi shalallahu alaihi wassalam. Yang pertama harus kita pahami adalah semua ini tidak mempengaruhi apapun. Inti selanjutnya. Apa saya tersinggung? Tentu saja. Tentu saja saya tersinggung. Apa muslim harus tersinggung? Tentu saja.

Saya punya saran. Saran saya agar para organisasi Islam, pemerintah Islam, institusi Islam mengajukan gugatan. Bawa orang-orang ini ke pengadilan dengan tuntutan penistaan agama. Jika komunitas Yahudi di Eropa bisa buat larangan untuk pembicaraan Holocaust. Anda tak bisa menyangkal peristiwa Holocaust di Eropa, Anda akan masuk penjara. Mereka mengaku memiliki kebebasan berbicara, hingga Anda menyebut-nyebut Holocaust.

Di Amerika, Anda memiliki kebebasan berekspresi, hingga Anda bakar bendera Amerika. Ada beberapa hal yang mereka tak izinkan Anda untuk lakukan, Setiap masyarakat memiliki sesuatu yang buat mereka tersinggung. Sama halnya dengan umat Islam, masalah ini menyinggung kita. Saya menganjurkan untuk pelajari bermain dengan cara mereka, orang-orang ini adalah penyembah uang. Yang mereka sembah hanyalah uang.

Jika kita protes, dan buat keributan, kita berikan mereka publisitas. Ketika mereka memiliki publisitas, mereka menghasilkan uang yang lebih banyak. Tapi, jika bawa mereka ke pengadilan dan menuntut mereka jutaan dollar, mereka akan kehilangan uang mereka.

Kita perlu pelajari cara menyerang mereka, kita harus lebih canggih dalam menyerang, Aksi protes hanya akan membantu mereka. Anda pasti tahu aksi protes hanya akan bantu mereka. Mereka sudah lakukan ini cukup lama. Mereka buat satu karikatur. Anda ingat karikatur buatan Denmark? Lalu, peristiwa ini terjadi, dan kemudian video di YouTube. Aksi protes lagi, kemudian Charlie Hebdo. Anda tahu ini bukan yang terakhir.

Mereka tahu bahwa mereka pasti bisa dapatkan reaksi dari umat Islam, jadi kita dipermainkan setiap saat. Kita terjebak di dalam permainan mereka. Kita harus pahami permainan mereka dan memainkannya dengan lebih cerdas. Ini pendapat saya, kita jangan menjadi reaksioner. Allah Ta’ala A’lam.

Saya tak mengatakan bahwa kita harus diam saja. Bereaksilah, tapi dengan cerdas. Bereaksilah secara bersama, bereaksilah dengan cara yang cerdas. Inilah yang kita pelajari dan terapkan. Kita harus menanggapinya secara dewasa. Insya Allah wa Ta’ala.

Pertanyaan Kedua

Ada pertanyaan lainnya? Para wanita ada yang bertanya? Para wanita tak bersuara di Kuwait. Bagi yang berdiri mohon duduk dan bersantai sejenak. Baik. Apa ada mikropon di bagian wanita? Tidak ada? Apa bisa sediakan satu untuk mereka? Cek apa bisa sediakan satu untuk mereka, Insya Allah? Apa ada pertanyaan dari para lelaki? Saya akan jawab 2 pertanyaan lagi, insya Allah.

Bagaimana prospek Islam dan muslim di dunia barat dengan mekanisme anti-Islam yang terjadi di sana?

Saya tinggal di dunia barat dan saya beritahukan pada Anda bahwa prospek Islam di sana sangat cerah. Prospek yang cerah di dunia barat. Umat muslim di dunia barat, semoga Allah melindungi dan memelihara mereka. Sesuatu yang luar biasa terjadi di dunia Barat.

Ketika peristiwa Charlie Hebdo ini terjadi, saya tinggal di Texas. Anda tahu Texas? Dor.. dor.. Texas. Di Texas ada aksi damai untuk umat muslim, “Stand with the Prophet”.

“Stand with the Prophet”

Ketika kami adakan aksi damai untuk muslim itu, hanya beberapa ratus saja yang datang. Sebagian orang datang dari kota kecil di Texas. Apa Anda pernah lihat geng motor? Mereka memakai kacamata, tato di lengan mereka, jaket kulit, motor besar Harley Davidson. Pernah lihat mereka? Mereka datang.

Pulanglah ke negara kalian.”

Mereka sangat bising dan membawa senjata api hanya untuk dipamerkan. Kami tidak akan lakukan apa pun, tapi kemudian awak media melihatnya. Orang-orang ini bahkan orang Amerika pun anggap mereka gila. Bahkan orang Amerika pun anggap mereka gila. Lalu, apa yang terjadi di media? Sekarang orang yang anti-Islam terlihat gila. Ini hal yang baik.

Ini sesuatu yang baik, bukan buruk. Biarkan mereka semakin bising. Ini memperlihatkan bahwa mereka intoleran. Mereka anggap muslim sebagai ekstrim, kejam, intoleran. Lalu, bagaimana dengan Anda? Apa ini? Biarlah film itu berbicara dengan sendirinya. Sebagian orang menggunakan kesempatan ini di dunia barat.

Pembicaraan tentang Islam tidak satu arah. Anda tahu apa yang terjadi di Texas? Para muslim datang ke State House di Austin. Capitol Hill di Austin.

Salah satu gubernur kota di Texas berkata, “Semua umat muslim di Amerika seperti warga negara Amerika.”

Semua umat muslim harus menyatakan kesetiaannya pada Konstitusi Amerika dan secara publik menyatakan bahwa mereka tidak percaya jihad.”

Ia berkata bahwa semua muslim harus melakukannya. Kami tak menjawabnya. Para muslim tak menjawabnya. Non-muslim yang menjawab dia.

Non-muslim yang menjawabnya. “Baiklah, mari kita ajak semua orang kulit putih untuk mengecam Klux Klux Clan dan menyatakan kesetiaannya pada Konstitusi Amerika. Mari kita ajak semua muslim di Kuba untuk mengecam komunisme karena mungkin berasal dari Kuba dan menyatakan kesetiaannya pada Konstitusi.”

Apa yang Anda bicarakan, ini semua tak masuk akal.”

Bukan kami yang mengatakannya, para non-muslim yang mengatakannya. Anda tahu apa yang terjadi di Australia? Seorang anak perempuan takut memakai hijab-nya di dalam kereta. Lalu, dia melepaskannya.

Seseorang menghampirinya, “Jangan khawatir, pakai saja. Aku akan temani kau.”

Lalu, menjadi populer di internet. Ini adalah kesempatan. Jika kita memanfaatkan kesempatan ini. Ini adalah kesempatan untuk menggalang kepedulian pada Islam. Saya akan ceritakan satu kisah pada Anda.

Kisah favorit saya, baru terjadi minggu lalu. Seorang wanita beragama Kristen berasal dari Texas dan tinggal di Tokyo, Jepang. Dia berada di Tokyo, Jepang dan dia mengirim surat eletronik pada saya. Ketika insiden Charlie Hebdo terjadi dan terjadi banyak aksi protes, saya penasaran lalu saya membaca Al Qur’an dan melakukan protes di YouTube.

Lalu, saya menemukan video Anda. Saya tonton video Anda. Saya menjadi kagum kepada Al Qur’an. Jadi, saya mulai belajar Al Qur’an dari Bayyinah TV, berlangganan Bayyinah TV dan menonton pelajaran Al Qur’an Anda.

Dia memulai dengan menyebut bahwa dia beragama Kristen. Di akhir surat elektroniknya, “Terima kasih telah mengenalkan saya kepada Allah dan rasul-Nya.”

Dia menjadi seorang muslimah. Dia katakan pada saya bahwa dia tonton banyak sekali video hingga data di telpon selularnya hilang. Itu alasan dia kirim surat kepada saya. Bisakah Anda buat tidak terlalu berat karena telpon saya datanya sudah penuh.

Apa Anda paham maksud saya? Di dalam berita terlihat buruk. Tapi, pada kenyataannya membuka kesempatan untuk orang lain mempelajari tentang agama kita. Yang berarti, kita harus memikul tanggung jawab itu untuk membuka pembicaraan dengan teman dan tetangga non-muslim kita.

Ngomong-ngomong, ada beberapa meja di luar bagi Anda. Ada berapa orang di sini yang tak bisa berbahasa Arab? Yang tidak bisa berbahasa Arab mohon angkat tangan. Sebagian besar bisa. Oh, Anda tidak bisa. Tidak apa-apa, saya juga tidak bisa.

Kadang-kadang. Jika Anda mau belajar bahasa Arab, saya bersedia ajarkan Anda. Jika Anda mau belajar bahasa Arab. Lihatlah meja merah di sini, sini dan situ. Saya menaruh kartu ucapan untuk Anda sekalian. Ada akses untuk situs web di mana saya mengajar bahasa Arab per 15 menit.

Saya mengajar anak perempuan saya berusia 15 tahun. Dia belajar banyak sekali, Alhamdulillah. Dia belajar nahwu dan lainnya. Dia belajar memahami Al Qur’an dalam bahasa Arab. Jika dia bisa, maka Anda juga bisa. Ini hanyalah masalah komitmen Anda selama 10-15 menit sehari, tiga hari seminggu. Dua atau tiga hari seminggu. Mudah. Dalam waktu enam bulan, insya Allah, Anda akan mulai nikmati shalat. Anda mulai mengerti isi Al Qur’an. Tidak sulit.

Jika Anda tertarik, hanya ada beberapa kartu saja, silahkan ambil. Cobalah. Bagi Anda yang sudah punya akses ke Bayyinah TV. Ambillah, lalu berikan pada orang lain sebagai hadiah. Kami ingin sebarkan misi ini, insya Allah wa Ta’ala.

Pertanyaan Ketiga

Saya akan menjawab satu pertanyaan lagi, bi’idznillah, lalu akan meminta izin anda. Pertanyaan yang bagus.

Mengenai pertanyaan pertama anda. Mengenai binatang atau spesies lainnya saling menumpahkan darah. Di dalam Al Qur’an menumpahkan darah adalah sesuatu yang jahat.

Sebenarnya ada hubungannya dengan makhluk yang berhati nurani. Dalam sudut pandang Al Qur’an, makhluk yang memiliki hati nurani adalah malaikat, manusia, dan jin. Makhluk-makhluk ini memiliki pilihan. Keputusan-keputusan dengan suara hati, perbedaan antara baik dan buruk.

Seekor singa tidak bisa membedakan benar atau salah, dia hanya bisa bedakan makan siang dan malam. Hanya itu. Bukan kejahatan bagi seekor singa, buaya untuk memakan apa pun yang mereka makan. Anda paham?

Makhluk yang bermoral, dan ketiga makhluk ini bermoral, mereka punya masalah itu, terutama manusia dan jin, karena Allah merancang mereka untuk bisa memilih.

Permasalahannya bukan pada hewan, tetapi lebih pada para jin sebelumnya. Mengenai pertanyaan kedua Anda. Mohon ingatkan saya lagi. Oh ya, keangkuhan sebagai sifat iblis. Allah memasukkannya. Allah juga menyebutkan tentang manusia.

Fa’alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa.” *QS Asy-Syams ayat 8

Ini adalah tanggung jawab yang berikan pada makhluk sebelum kita, iblis. Anda memiliki kesempatan untuk menjadi angkuh atau rendah hati. Biar saya jelaskan.

Kita tidak harus menjadi 100% rendah hati. Kita tidak harus menjadi 100% bangga. Kita harus menemukan keseimbangan di antara keduanya. Mari kita pahami tentang spektrumnya. Di satu sisi spektrum itu adalah keangkuhan dan di sisi lainnya adalah rendah hati.

Apa yang berada di tengah? Di tengah adalah percaya diri. Percaya diri yang di satu sisi Anda mengerti kelemahan Anda. Di sisi lainnya Anda juga percaya diri dengan kemampuan Anda. Anda bersikap realistis. Ketika saya berbicara di depan ribuan orang membutuhkan rasa percaya diri. Benar? Itu butuhkan percaya diri.

Tapi, di sisi lainnya, saya merasa diri saya lebih baik dari Anda. Dan ini adalah bentuk dari keangkuhan. Terlalu percaya diri menyebabkan keangkuhan. Kurang percaya diri adalah kelemahan. Saya takkan bisa bicara karena gugup. Saya harus menyeimbangkan keduanya.

Kegagalan jin dalam memikul tanggung jawabnya adalah ketidakmampuan menyeimbangkan kedua sisi ini. Ia tak berlaku secara proporsional karena keangkuhannya. Manusia juga harus belajar keseimbangan keduanya.

Allah memberikan dua sisi ini dan hanya kita yang harus mencari sendiri keseimbangan antara keduanya. Menemukan keseimbangan antara kedua ekstrim ini adalah perjuangan. Di satu sisi kita punya kemarahan, di sisi lainnya cinta. Kita harus seimbangkan keduanya. Di satu sisi kita punya kesabaran, di sisi lainnya rasa syukur. Kita harus temukan keseimbangan keduanya.

Pada hakekatnya dalam ciri dari hidup ini adalah adanya dua ekstrim di kehidupan kita. Sesungguhnya itulah yang dianjurkan oleh Al-Qur’an menemukan keseimbangan di antara kedua ekstrim ini. Anda paham?

Itulah inti permasalahan Iblis. Sifat itu diberikan padanya. Tapi, masalahnya tak hanya sifat itu saja yang diberikan kepadanya, tapi juga sifat lain yang berlawanan. Seharusnya ia menyelaraskan keduanya dan ia gagal lakukan itu. Ia juga diberikan kemampuan untuk menyeimbangkan keduanya, bukannya tidak. Anda tak bisa sebut ia kewalahan. Ia memang kewalahan. Seseorang bisa kewalahan. Tapi mereka memiliki kemampuan untuk tenangkan diri. Itulah manusia. Tidak seperti hewan, manusia mampu tenangkan diri. Ia bisa menahan diri. Ia mampu lakukan itu. Pada dasarnya, itulah manusia insya Allah wa Ta’ala.

Baik, saya akan pertanyaan dari bagian wanita. Kita bisa berbincang nanti, Insya Allah. Siapa yang disalahkan atas takdir dijatuhkan pada kita. Diri kita sendiri atau Allah?

Dengarkan. semuanya dengarkanlah. Ketika Anda mengalami peristiwa buruk, Saya akan ulang lagi agar Anda menyimak, ketika Anda mengalami peristiwa buruk, itu terjadi bukan karena Anda manusia yang jahat.

Ketika Anda mengalami peristiwa buruk, itu terjadi bukan karena Anda manusia yang jahat. Itu terjadi sebagai ujian dari Allah. Satu-satunya peristiwa buruk terjadi karena Anda manusia yang jahat hanya di akhirat.

Apa peristiwa buruk terjadi pada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam? Ya. Dia manusia yang terbaik. Anda tak bisa lihat kehidupan Anda dan nilai semua terjadi karena saya manusia jahat. Ini inti pertama.

Kedua, mungkin saja itu hukuman dari Allah tapi Anda takkan pernah tahu. Anda takkan pernah tahu. Apa ada banjir di dunia ini? Ya. Apa ada gempa bumi di dunia ini? Ya.

Apakah kaum Nuh mengalami kebanjiran? Ya, berarti ada banjir di zaman Nabi Nuh dan ada banjir yang terjadi tahun lalu. Ada korban tewas di zaman Nabi Nuh dan juga di tahun 2014. Ya atau tidak? Korban yang tewas pada zaman Nabi Nuh jelas karena dosa mereka.

Firman Allah menjelaskannya. Ada rasul diutus kepada mereka. Itulah alasan mereka dihukum. Tapi, korban yang tewas pada banjir tahun 2014, tidak ada rasul, tidak wahyu, kita tak tahu mengapa mereka tewas, mungkin mereka tewas lalu ke surga, mungkin fitnah dari Allah, sebagian korban ada yang jahat dan juga baik. Kita tidak tahu.
Kita tak bisa bilang mereka kebanjiran karena mereka jahat. Ini salah. Ini salah.

Kita harus pahami bahwa kita diberi ujian, terkadang peristiwa buruk. Alasan dibaliknya hanya Allah yang tahu, kita takkan pernah tahu. Kita tak tahu, seperti malaikat tidak tahu segalanya. Seperti Musa ‘alaihisalaam saat dengan Khidir tak pahami segalanya. Terkadang kita tak bisa pahami apa yang Allah lakukan dengan dunia.

Satu yang kita tahu, “Wa lanabluwannakum.” *QS Al Baqarah ayat 155 dan Muhammad ayat 31

Allah akan beri ujian padamu. Ia akan uji Anda dengan kebaikan dan keburukan. Terkadang Ia akan uji Anda dengan kebaikan dan terkadang ujian yang berat, dengan sesuatu yang berbahaya. Jadi kita harus temukan keseimbangan.

Semoga Allah Azza wa Jalla buat kita bergantung hanya padanya. Terima kasih telah bersabar dan menyimak saya malam ini. Jazakumullah khairan.

Saya akan tetap di sini untuk memberi salam pada Anda. Saya mohon maaf pada para wanita yang tak bisa saya lihat ataupun tanya. Saya ingin berikan kesempatan. Jika ada kesempatan, saya berada di luar untuk ditanya.

Video Asli: https://www.youtube.com/watch?v=UpZH1lQmuE4
Judul Asli: The Fall of Satan and the Rise of Adam – NAK – Gulf Tour 2015
Transcript: FFF
Editor: AA
Subitle: NAK Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s