Model “Bisnis” Ustadz Nouman Ali Khan

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du. Nouman Ali Khan adalah seorang ustadz asal Amerika Serikat. Popularitasnya menanjak karena cara dakwahnya yang damai, alih-alih membahas halal-haram yang “menakutkan”. Ustadz Nouman Ali Khan mengajarkan audience-nya rasa cinta terhadap Islam, terutama pentingnya memahami Quran dan pentingnya belajar bahasa Arab.

nouman ali khan

Ustadz Nouman Ali Khan mendirikan Bayyinah, lembaga yang fokus dakwahnya mengajarkan bahasa Arab dan Quran. Model bisnis Bayyinah cukup menarik, karena digarap serius dan menggunakan model freemium dan memanfaatkan sosial media.

Freemium menurut Wikipedia bahasa Indonesia adalah sebuah model bisnis yang bekerja dengan menawarkan layanan mendasar secara cuma-cuma, dan mengenakan biaya premium hanya untuk fitur khusus atau lanjutan. Kata “freemium” merupakan gabungan lebur yang dibuat dengan mengombinasikan dua aspek dari model bisnis ini, yaitu “free” dan “premium”.

Untuk belajar di Bayyinah, Anda tak harus belajar di Texas, Amerika Serikat. Bayyinah memiliki program kajian via Internet melalui Bayyinah TV dengan menerapkan biaya berlangganan per bulan ($ 11) atau per tahun ($ 112).

Yang menarik adalah bagaimana cara ustadz Nouman Ali Khan agat tujuan dakwahnya dapat menjangkau khalayak umum. Bayyinah aktif di sosial media, terutama YouTube (https://www.youtube.com/user/BayyinahInstitute dan https://www.youtube.com/user/QuranWeekly) untuk berbagi kajian gratis. Serta Facebook untuk mempromosikan program-program Bayyinah baik yang berbayar maupun yang gratis.

Banyak video kajian dari ustadz Nouman Ali Khan yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia, termasuk bahasa Indonesia (NAK Indonesia telah turut berbagi video kajian ustadz Nouman Ali Khan yang telah kami berikan subtitle bahasa Indonesia).

Pelajaran Dari Model “Bisnis” Ustadz Nouman Ali Khan

Model “bisnis” yang fremium dapat diikuti oleh ustadz-ustadz lokal Indonesia. Umumnya ustadz lokal Indonesia mengalami “krisis dana”. Tidak punya cukup modal untuk mengembangkan dakwahnya agar dapat terjangkau banyak orang.

Bayyinah mendapatkan sumber dana dari dua sektor. Sumber dana pertama berasal dari biaya pendidikan yang dipungut dari peserta program Bayyinah (termasuk yang dipungut dari biaya berlangganan di Bayyinah TV).

Sumber dana kedua berasal dari sumbangan donatur dan sumbangan sponsor. Sebagai contoh kajian Surat Yaa Siin di YouTube Quran Weekly di sponsori oleh Zakat Foundation of America (http://www.zakat.org/).

Demikianlah tulisan singkat tentang gambaran bagaimana ustadz Nouman Ali Khan mengembangkan dakwahnya sehingga bisa menjangkau banyak khalayak. Semoga tulisan ini dapat membantu para da’i, ustadz Indonesia untuk memikirkan bagaimana agar dakwah dapat menjangkau khalayak luas.

Mungkin dengan cara yang serupa Bayyinah, misalnya mendirikan Rumah Tahfidz Quran. Di satu sisi menerapkan biaya pendidikan untuk belajar Quran. Di sisi lain juga banyak memberikan kajian Quran gratis untuk khalayak umum sehingga mereka tertarik belajar Quran lebih jauh.

Untuk mengetahui program Bayyinah secara singkat dapat mengunjungi Bayyinah About. Untuk mendaftar Bayyinah TV dapat mengunjungi Bayyinah.tv.

Allahu a’lam.

*sumber gambar dari Facebook Nouman Ali Khan.

Advertisements

One thought on “Model “Bisnis” Ustadz Nouman Ali Khan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s