[Sharing] Du’a is Not Amazon dot com

Berikut ini beberapa hal yang dibagikan oleh teman-teman NAK Indonesia dalam sharing/diskusi tentang doa. Diawali dengan resume dari ceramah ustadz Nouman yang berjudul Du’a is Not Amazon.com:

Resumenya bisa dibaca di sini.

Dan ini beberapa tambahan sharing dari teman-teman:

Gelar:

Dalam surat Al Baqarah ayat 186, Allah mengatakan bahwa “…Aku mengabulkan permohonan orang yg berdoa kepada-Ku..”
Dalam kalimat itu Allah tidak mengatakan bahwa Ia hanya mengabulkan doa seorang imam, alim ulama, atau orang yang rajin beribadah saja..
Tapi Allah mengundang siapapun yang ingin memohon pada-Nya,
tidak ada kriteria tertentu..
Lalu bagaimana agar doa kita dikabulkan Allah?
“… maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku)”
Allah tidak mengatakan mereka HARUS melaksanakan segala perintahku, namun Allah mengatakan hendaklah mereka (berusaha) memenuhi perintah-Ku.
Allah ingin melihat usaha yg kita buat. Bahwa kita benar2 berusaha untuk memenuhi perintah yg telah ditetapkan pada kita..
Dan bagian yang paling penting dari itu semua adalah “… dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku,”
Karena ketika kita berdoa pada Allah untuk hal-hal tertentu yang Allah tidak langsung mengabulkannya.. Iman kita akan mulai goyah.
Allah tahu cara terbaik untuk menjawab doa2 kita, bahkan kita tidak akan bisa bayangkan betapa baiknya cara Allah mengabulkan doa kita..
Teruslah memohon kepada Allah sambil memperbaiki kualitas keimanan kita, dan yakinlah Allah akan selalu mendengar doa2 kita..

Rindang:

ini gatau nyambung ga ya, hehe. pernah dikasih nasihat sama temen ngaji, beliau bilang Allah itu pasti ngabulin doa kita, cuma sering ‘nunggu’ kita bisa tawakkal dulu. beliau cerita ttg perjalanan menikah & dpt beasiswanya dulu. udh prnh hampir menikah trus gagal, trus bertahun2 kuliah di jepang hmpir pulang putus sekolah krn ga dpt2 beasiswa. pokonya udh ikhtiar maksimal & berdoa kenceng bgt, tapi belum jg dikabulin. trnyata, di 2 kejadian itu, doanya terkabul di titik dimana beliau udh ‘nyerah’ dan bilang ke Allah, yaudah terserah Allah aja deh. sy udh ga pingin nikah/ ga pingin dpt beasiswa. sy lepasin keinginan sy & sy kembaliin ke Allah. terserah Allah aja ngasihnya apa. kemudian… terkabul aja keinginannya

jd inget kata aa gym kalo, berdoa itu harus menyertakan ‘jika ini yg paling baik bagiku’ trus harus tawakkal sejak awal punya keinginan, menyerahkan seluruhnya ke Allah bahkan menyerahkan si keinginan itu sendiri

Hening:

Iya bener.. Jd inget ini..
Allah (swt) deprives us in order to give something better; something more. The longer we do not have what we want, the more we invoke upon Him in order to receive. All the while He elevates us, and brings us closer and closer to Him. He strengthens our iman to such an extent, that when we finally get what we want, we are not as excited as we would have expected. This is because, what we truly wanted all along was Allah (swt), and our nearness to Him gives us satisfying bliss that is bigger than our wants and desires.
Rana Mohammad, http://www.virtualmosque.com/relationships/withthedivine/love-2/

Mungkin sampai kt bener2 bs menjadikan Allah sbg tujuan, dan keinginan2 lain sbg sarana, bukan sebaliknya

Rindang:

iyaa aku inget terus nasihat mbak itu deh, ngena bgt, jd yg aku pahami Allah itu masang ‘passing grade’ hambaNya bukan cuma dlm wujud ikhtiar tapi yg sering lebih susah dlm wujud penghambaan itu sendiri

Vivin:

“Berdoa tanpa titik… kalo belum juga dikabulkan mungkin Allah masih suka dengerin doa2 kita. Masih suka mendengarkan munajat kita. Masih suka ngedengerin kita yg memohon dengan sangat. Allah masih suka dengerin kita yg mengulang2 doa. Dan dalam kondisi bagaimanapun, husnudzan terhadap skenario Allah adalah harga mati bagi seorang mukmin 🙂 nah nanti ketika uda waktunya doa itu dikabulkan, masyaa Allah, semoga kita ga kehilangan momen2 berdoa itu, yg ternyata amat nikmat yak 🙂 sampe kmd pas tiba2 dikabulin, rasanya was2, semoga bukan istidraj… persis kek yg dibilang Umar, yg aku suka dari berdoa itu bukan wujud pengabulan doa, tapi doa itu sendiri. Allahu yubaarik fiik, semoga Allah senantiasa memberkahi :)”
itu tulisan yg tertulis setelah salah satu doa sy dikabulkan, setelah menunggu mungkin hampir 3 tahun… ahh iya. berdoa saja, terus berdoa, nikmati prosesnya..

Deva:

Sedikit nambahin. Tadi pagi dengerin tausiyah Ustadz Sofwan Mawardi. Beliau bilang doa yg paling penting tp sering kita lupakan adalah doa agar kita dimampukan selalu untuk terus melaksanakan perintah Allah SWT. Kita sering minta hal2 duniawi padahal sebenarnya jika kita minta untuk terus mampu menunaikan kewajiban insya Allah hal2 duniawi akan ngikut aja dgn sendirinya.

Dan setuju dgn kutipan dari Umar bin Khattab, kenikmatan berdoa itu adalah saat proses berdoa itu dilakukan karena saat itulah Allah mengijinkan kita mendekatiNya. Wallahualam.

Ario:

Jangan kehilangan harapan dengan Allah #nomatterwhat

Jazakumullah khairan teman-teman.. you’re all awesome! 🙂

-HS-

Advertisements

6 thoughts on “[Sharing] Du’a is Not Amazon dot com

  1. Dear NAK Indonesia,

    akhir-akhir ini lagi ngerasa jauh banget sama Allah. Dan randomly buka blog ini, sebenarnya saya follower NAKID di tumblr, tapi baru kali ini bisa baca full di WordPress ini.
    Komentar kalian subhanallah bikin aku ingat lagi tentang Allah itu Arrahman, dan bahwa Allah itu dekat. Terima kasih.
    Ohya, kalau saya boleh gabung ditiap kajian kalian bisa? Dimana kalian biasa kumpul dan berbagi atau mengaji?
    InshaAllah jika diberi rezeki, saya niat untuk hadir di kajian NAK tahunan di Malaysia dan Singapura, kalian pernah hadir dalam salah satu acaranya?

    Like

    1. Alhamdulillah bila blog kami bermanfaat. Kami tidak memiliki kajian, karena NAK Indonesia sebenarnya terdiri dari berbagai orang di berbagai daerah. Bisa dibilang awal mula kami berdiri berawal dari omongan beberapa orang di sosial media yang merasa mendapat manfaat dari tausyiah ustad Nouman, lalu terbentuklah NAK Indonesia di Facebook (membuat fans page), dan kemudian melebarkan sayap ke sosial media lainnya.

      Beberapa anggota kami pernah pergi ke Malaysia dan Singapura ikut kajian NAK.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s