[Transcript Indonesia] Inspiration – Episode 2 (Power Without Piety)


Apakah kamu tahu siapa dia? Tentu saja tidak, itu Paman saya. Dan apakah kamu tahu siapa dia? Saya juga tidak.

Saya bekerja untuk Departemen Sumber Daya Manusia. Di sebuah perusahaan rekayasa lokal. Saya juga baru saja melamar untuk pekerjaan lain di sebuah agen yang jauh lebih bergengsi. Dalam wawancara itu saya cukup yakin dan mendapatkan pekerjaan. Saya tahu persis bagaimana prosesnya bekerja. Karena saya biasanya berada di seberang meja wawancara calon karyawan. Sama seperti saya di perusahaan saat ini.

Pewawancara berkata padaku bahwa saya dan satu orang lainnya adalah calon terkuat. Saya cukup yakin akan mengalahkannya. Bukan hanya karena saya telah “menaklukkan wawancaranya” tetapi karena saya juga memiliki cara tersendiri. Setiap malam sebelum tidur. Saya mencoba membaca beberapa halaman dari biografi Nabi Muhammad (shallallahu alaihi wasallam).

Saya selalu menemukan hal menarik dalam kehidupannya. Bahkan sebelum saya sibuk dengan pekerjaan, saya menghadiri kajian mingguan tentang kehidupannya. Dan merasa sepertinya ia hadir di depan saya mengajarkan bagaimana cara menjalani hidup.

“Bahkan jika Fatimah putri (nabi) Muhammad mencuri, saya (nabi) akan menghukumnya. Bertakwalah kepada Allah dan berbuatlah adil di antara anak-anak kalian.”

Tujuh orang akan dinaungi oleh Allah. Yang pertama dari mereka, adalah pemimpin. Sekarang saya ingat dia. Dia pria yang melamar pekerjaan di perusahaan saya tahun lalu. Saya tahu dia memenuhi syarat. Saya tahu seharusnya memilihnya. Tetapi saya abaikan dan memilih salah satu teman saya di SMA. Saya teringat kembali, saya mewawancarai mereka berdua hari yang sama. Teman saya itu jelas kurang memenuhi syarat. Tetapi saya nominasikan pada komite eksekutif dan ia dipekerjakan.

Nomor ini tidak lagi berada dalam layanan. Bagaimana saya dapat menghubungi orang ini. Saya berharap dia masih menggunakan alamat yang sama. Ya Allah bantu saya menemukannya! Ya Allah, saya memohonMu untuk memaafkan saya karena bersikap tidak adil. Saya tidak pernah menyadari betapa ini akan menjadi sulit. Sampai saya berada di posisi yang sama menunggu kabar (*panggilan kerja).

Dia tidak ingat saya awalnya. Tapi saya segera menyegarkan ingatannya. Saya memohon maaf dan berkata padanya bahwa pekerjaan itu kembali lowong. Dan jika ia kembali melamar, saya akan pastikan untuk mencalonkannya pada komite dengan rekomendasi tertinggi. Setelah hening sejenak ia berkata, “Kau tahu saya harus bertanya, “mengapa sekarang”? Apa tiba-tiba membangunkan nuranimu?” Muhammad nabi Allah.

Kita perlu mempelajari hidupnya dan melawan sifat-sifat buruk kita dengan prinsip-prinsip yang beliau ajarkan. Mempelajari keadilannya. Mempelajari sikap beliau ketika Usamah bin Zaid datang untuk mengintervensi proses hukum seorang perempuan berpengaruh. Beliau merespon dengan berkata bahwa jika putri tercintanya sendiri, Fatimah, mencuri, beliau tetap akan menghukumnya.

Kita harus mempelajari seruannya untuk bersikap adil terhadap anggota keluarga sendiri dan bahkan terhadap diri sendiri. Panggilan-Nya untuk berbuat adil dan setara ditujukan untuk semua keturunan (nabi) Adam. “Semua cintamu berasal dari rumah dan (nabi) Adam berasal dari tanah.” Tidak ada perbedaan antara orang yang berkulit putih dan orang yang berkulit hitam kecuali dalam ketakwaan.

Adapun pekerjaan baru yang saya telah melamarnya, untuk itu saya yakin mendapatkannya karena saya punya cara tersendiri. Terutama Paman saya merupakan manajer perusahaan itu. Yang telah menjamin saya mendapatkan pekerjaan. Dia berkata pada saya untuk menemuinya dan juga sholat.

Dia berkata pada saya untuk menemuinya di waktu shalat Ashar. Saya terkejut, kecewa dan bingung. Dia memilih calon lain karena ia lebih memenuhi syarat. Dia menjelaskan betapa sulit baginya untuk mengabaikan saya. Meskipun saya keponakannya tapi dia merasa harus bersikap adil.

Walau kecewa. Saya berkata padanya, saya bangga dengannya. Dan saya. Nabi kita mengajarkan bahwa setiap orang harus mendapatkan haknya. Dan semua orang harus diberi kesempatan yang adil untuk sukses. Di dalam kehidupan ini dan akhirat.

Rasulullah, engkau tidak pernah menzalimi pada siapa pun. Atau membolehkan siapa pun untuk dizalimi di hadapanmu.

لَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أّوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari: aku tersesat, atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku mendhalimi, atau aku didhalimi, atau kebodohanku atau dibodohi.”

Transcript: https://nakindonesia.wordpress.com/2015/09/14/inspiration-episode-2-power-without-piety
YouTube: https://youtu.be/21YlDRaK7O8
Facebook: https://www.facebook.com/NoumanAliKhanIndonesia/videos/1666143470266253

Video Asli: https://youtu.be/kgZMH_p0kuQ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s